Jumat, 15 Mei 2026

Sumber Energi Andalan Siapkan Capex 130 Miliar

Penulis : Ghafur Fadillah
27 Nov 2019 | 16:23 WIB
BAGIKAN
Proyek Milik Sumber Energi Andalan
Proyek Milik Sumber Energi Andalan

JAKARTA, investor.id - PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 130 miliar pada tahun depan. Dana capex akan bersumber dari hasil rights issue senilai total Rp 255 Miliar.

Direktur Utama Sumber Energi Andalan Rocky Oktanso Sugih menjelaskan, sesuai rencana, dana capex akan digunakan untuk membiayai akuisisi perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur, energi, atau proyek-proyek baru perseroan yang akan di eksekusi pada 2020.

"Fokus kami tahun depan tetap akan di bidang konsultasi, tapi karena kontribusinya kecil kami akan kembangkan bisnis. Salah satu yang paling mudah yaitu dengan akuisisi perusahaan yang sudah berjalan, tapi saat ini masih dalam penjajakan. Kami akan lakukan sesuai dengan kapasitas capex yang dimiliki," ujarnya usai konferensi di Jakarta, Rabu (27/11).

Rocky menambahkan, saat ini perseroan juga sedang tertarik untuk berinvestasi di sektor energi terbarukan karena dinilai memiliki prospek yang menarik dan juga return yang tinggi.

ADVERTISEMENT

"Proyek energi terbarukan kemungkinan akan kami coba di sektor panel surya karena supply-nya lebih besar dan sesuai dengan anggaran dana yang kami miliki. Rencana tersebut masih dalam penjajakan karena memiliki jangka waktu yang  panjang selama 2-3 tahun untuk mendapat return," tambahnya.

Hingga kuartal I-2019, Sumber Energi Andalan berhasil mencatat laba bersih sebesar US$ 10,9 juta, menurun 18,65% dibandingkan kuartal I-2018 yang mencapai US$ 13,4 juta. Perolehan laba bersih ini salah satunya ditopang oleh bagian atas hasil bersih entitas asosiasi sebesar US$ 11,11 juta.

Rocky menjelaskan, penurunan tersebut dikarenakan  kontrak yang sudah jatuh tempo dan juga selisih dolar terhadap rupiah yang menurun. Selain itu perseroan menyatakan untuk tahun 2020 sudah menyiapkan beberapa kontrak baru, namun saat ini masih enggan memberikan rincian terkait kontrak baru tersebut.

"Ada beberapa yang sedang dalam tahap diskusi tapi saat ini masih belum bisa kami sampaikan karena masih belum informasikan. Mungkin setelah ada Memorandum Of Understanding (MOU)," kata dia.

Sementara itu, pendapatan hanya tercatat US$ 24,21 ribu. Lebih lanjut, aset perusahaan tercatat naik dari US$ 114,81 juta pada kuartal I-2018 menjadi US$ 125,72 juta pada kuartal I-2019. Liabilitas juga tercatat naik menjadi US$ 35,54 ribu pada kuartal I-2019, dari sebelumnya US$ 28,24 ribu pada kuartal I-2018.   

 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia