IHSG Ditutup Melemah 0,18%, Saham Emiten Farmasi Dan Rumah Sakit “Auto Reject” Atas
JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini ditutup melemah 10,87 poin (0,18%) menjadi 5.996,25. IHSG bergerak cukup fluktuatif dalam rentang 5.884,92-6.021,49 dengan nilai transaksi Rp 13,577 triliun.
Pelemahan indeks dipicu atas penurunan berbagai sektor saham, kecuali saham sektor kesehatan melonjak 8,9%, transportasi dan logistil 1,15%, dan sektor consumer non cyclicals 0,61%. Sedangkan penurunan terdalam melanda 1,61%, consumcer cyclicals 1,73%, sektor properti dan real estat 1,54%.
Meski indeks melemah sebanyak 14 saham ini justru melonjak hingga auoro reject atas (ARA), yaitu didominasi saham emiten sektor farmasi dan rumah sakit PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC), PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAS), PT Kimia Farma Tbk (INAF), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).
Lonjakan juga melanda sejumlah saham sektor perbankan buku II seperti saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dan PTBank Harda Internasional Tbk (BBHI). Kenaikan harga saham juga didukung penguatan saham setkor teknologi, seperti saham PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) dan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD).
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






