Jumat, 15 Mei 2026

Hingga September 2021, Laba Bersih Fajar Surya Wisesa Melesat 121,81%

Penulis : Nabil Alfaruq
27 Okt 2021 | 13:22 WIB
BAGIKAN
Pabrik Fajar Paper
Pabrik Fajar Paper

JAKARTA, Investor.id — PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencetak lonjakan laba bersih sebanyak 121,81% menjadi Rp 507,24 miliar hingga kuartal III-2021, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu senilai Rp 228,68 miliar

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, Rabu (27/10), lonjakan tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan bersih perseroan sebanyak 50,24% menjadi Rp 8,65 triliun, dibandingkan raihan hingga kuartal III-2020 sebesar Rp 5,76 triliun. Beban pokok penjualan perseroan mencapai Rp 7,4 triliun dari semula Rp 4,83 triliun. Alhasil, laba bruto perseroan meningkat menjadi Rp 1,25 triliun dari sebelumnya Rp 928 miliar.

Kemudian, laba sebelum pajak penghasilan perseroan menjadi Rp 654 miliar hingga September 2021 atau naik 262% dari raihan periode sama tahun sebelumnya mencapai Rp 180 miliar. Selanjutnya, laba per saham dasar pada kuartal III-2021 senilai Rp 204,71 dari sebelumnya hanya Rp 92,29.

Perseroan juga membukukan peningkatan total aset per 30 September 2021 menjadi Rp 13,17 triliun atau naik 14,4% dari 31 Desember 2020 yakni Rp 11,51 triliun. Sedangkan total liabilitas sebesar Rp 8,24 triliun, naik 18,98% dari semula Rp 6,93 triliun dan total ekuitas naik 7,47% menjadi Rp 4,92 triliun dari sebelumnya Rp 4,58 triliun.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, SCG Packaging Pcl, induk usaha Fajar Surya Wisesa atau Fajar Paper, telah menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai 39,5 miliar baht atau setara US$ 1,26 miliar. SCG Packaging akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Thailand.

Sebagai informasi, SCG Packaging melalui SCGP Solutions (Singapore) Pte Ltd menguasai 55,23% saham Fajar Paper. SCG Packaging merupakan bagian dari konglomerasi bisnis Thailand, Siam Cement Group Pcl.

Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menawarkan 1,13 miliar saham dengan kisaran harga 33,5-35 baht per saham. Dari total saham yang ditawarkan tersebut, sebanyak 169,13 juta saham dilokasikan kepada over-allotment agent. Jumlah itu tidak melebih 15% saham baru yang diterbitkan. SCG Packaging menggunakan dana IPO saham untuk kebutuhan ekspansi bisnis dan akuisisi baru, serta pelunasan utang.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia