Jumat, 15 Mei 2026

Itama Ranoraya Kembali Raih Kontrak Pengadaan 88,7 Juta Jarum Suntik ADS

Penulis : Parluhutan Situmorang
6 Des 2021 | 12:57 WIB
BAGIKAN
Itama Ranoraya bakal akuisisi Oneject Indonesia
Itama Ranoraya bakal akuisisi Oneject Indonesia

JAKARTA, Investor.id – PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions), kembali mendapatkan kontrak pengadaan sebanyak 88,7 juta jarum suntik Auto Disable Syringe (ADS).

Dengan tambahan kontrak ini, perseroan telah membukukan kontrak penyediaan jarum suntik untuk program vaksinasi pemerintah mencapai 141 juta jarum suntik ADS hingga awal Desember tahun ini.

Penjualan jarum suntik tersebut terdiri atas 52,5 juta ADS untuk ukuran 0,3 ml yang diperoleh pada Oktober dan 88,7 juta ADS untuk ukuran 0,5 ml yang diperoleh awal Desember ini.

“Perolehan kontrak 141 juta jarum suntik ADS tersebut membuat realisasi penjualan jarum suntik ADS perseroan menjadi 169 juta sampai awal Desember 2021,” ujar Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif di Jakarta, Senin (6/12).

ADVERTISEMENT
Itama Ranoraya Kembali Raih Kontrak Pengadaan 88,7 Juta Jarum Suntik ADS
Dirut Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif

Heru Firdausi mengatakan, kebutuhan jarum suntik untuk program vaksinasi Covid di Indonesia tahun ini telah terpenuhi, begitu juga ketersediaan jarum suntik untuk kebutuhan vaksinasi di tahun 2022. Selesainya pabrik baru milik PT Oneject Indonesia (Oneject) dengan penambahan kapasitas menjadi 1,2 miliar jarum suntik ADS per tahun, telah menjamin ketersediaan jarum suntik ADS untuk program vaksinasi Covid Pemerintah.

”Kami melalui Oneject tentu memprioritaskan alokasi kebutuhan jarum suntik untuk program seperti vaksinasi dan juga imunisasi dalam negeri, bahkan dengan kapsitas 1,2 miliar per tahun, Insya Allah kebutuhan jarum suntik tanah air baik untuk vaksinasi dan imunisasi sudah terpenuhi, bahkan kita juga akan memasok jarum suntik yang lebih besar untuk kebutuhan global, yang tahun depan mengalami shortage akibat program vaksinasi Covid di seluruh dunia”, ungkap Heru.

World Health Organization (WHO) memperingatkan adanya kekurangan jarum suntik untuk vaksinasi sebanyak 2 miliar jarum suntik tahun 2022. Kondisi tersebut akan menghambat program vaksinasi global dan juga program imunisasi reguler. “Defisit jarum suntik untuk vaksin tersebut disebabkan ketersedian jumlah vaksin Covid-19 yang tidak mampu diikuti dengan produksi jarum suntik, kondisi defisit ini bisa memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga jarum suntik seperti yang pernah terjadi pada alat-alat kesehatan dan obat-obat untuk Covid-19 sebelumnya,” terangnya.

Peluang Pasar

Pangsa pasar produk jarum suntik ADS untuk domestik masih sangat besar, saat ini di dalam negeri penggunaan jarum suntik ADS masih berkisar 20%, selebihnya masih menggunakan alan suntik non-ADS. Dan dari 20% produk ADS yang digunakan tersebut, mencapai 80% adalah produk Oneject.

Posisi Oneject sebagai pemain utama di produk smart syringe tersebut tidak lepas dari produk ADS yang dimiliki, merupakan alat suntik yang direkomendasikan WHO dalam dunia medis seperti dalam program vaksinasi, imunisasi dan seluruh aktivitas dalam dunia kesehatan.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Itama Ranoraya Hendry Herman mengatakan, untuk 1 – 2 tahun ke depan permintaan produk smart syringe seperti ADS tumbuh signifikan untuk penggunaan vaksinasi.

“Kami melihat dengan digunakannya ADS diprogram vaksinasi global termasuk di Indonesia, maka proses peralihan dari produk alat suntik non-ADS ke jarum suntik ADS di dunia kesehatan akan semakin cepat apalagi WHO juga sudah memulai untuk kampanye penggunaan jarum suntik ADS dalam dunia kesehatan sejak tahun 2020”, jelas Henry.

Perseroan saat ini berada dalam proses transformasi bisnis untuk menjadi manufacturing high tech di sektor kesehatan dengan mengakuisisi PT Oneject Indonesia. Proses akuisisi tahap pertama terhadap PT Oneject Indonesia sudah dilakukan.

Pada akhir September, Perseroan telah melakukan pembayaran tahap awal sebesar Rp198 miliar yang pendanaannya berasal dari penjualan saham treasury. Tahun depan akuisisi bisa selesai dilakukan. “Kami melihat langkah transformasi IRRA melalui akuisisi Oneject sudah sangat tepat. Dengan akuisisi tersebut kami bisa tetap menjaga ritme pertumbuhan kami yang tinggi kedepan”, tutup Heru.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia