OJK: Penggalangan Dana di Pasar Modal Melebihi Pembiayaan Perbankan
JAKARTA, investor.id – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut penggalangan dana di pasar modal melebihi pembiayaan perbankan pada 2021. Hal itu berdasarkan nilai fundraising yang dihasilkan pasar modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam satu tahun melebihi Rp 300 triliun. Angka tersebut merupakan sejarah tertinggi yang dicatatkan dalam setahun. Bahkan mengalahkan pembiayaan perbankan yang disebut tidak mencapai Rp 300 triliun pada tahun ini.
“Ini merupakan sejarah, pasar modal lebih tinggi dari pembiayaan perbankan. Untuk itu, OJK berkomitmen penuh meningkatkan integritas pasar dengan berbagai kewenangan yang kita lakukan, kita meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pasar modal, dan meningkatkan likuiditas,” ungkap Wimboh Santoso di sela Peresmian Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2021, Kamis (30/12).
Wimboh menambahkan, berbagai capaian rekor yang ditorehkan BEI pada 2021 merupakan bagus dan OJK akan terus mendukung. Terlebih, hal itu merupakan bentuk kerjasama yang bagus oleh seluruh pemangku kepentingan, baik Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK dan seluruh pengusaha. Sehingga bersama-sama membawa pasar modal Indonesia integritas tinggi dan likuiditasnya cukup.
“Ini adalah the best di Asean. Bukan hanya indeksnya, tapi juga investornya yang mencapai lebih dari 7 juta tahun ini yang merupakan sejarah tertinggi di Indonesia,” tambah Wimboh.
Hal ini, lanjut Wimboh, merupakan blessing dari kondisi pandemi saat ini. Sebab, masyarakat mengurangi belanja dan memasukkannya ke pasar modal. Didukung pula dengan digitalisasi transaksi, sehingga investor ritel masuk dan mencapai 7 juta tahun ini.
Ke depan, Wimboh mengatakan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan mengingat tatangan sudah ada di depan mata. Sebut saja ekonomi hijau dan perdagangan karbon. Indonesia akan menjadi pusat perdagangan karbon dunia, untuk itu OJK dan pasar modal stand ready untuk melaksanakan itu. “Apabila dikasih aba-aba kita akan cepat lari untuk itu,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Wimboh menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan literasi edukasi. Mengingat hal ini sangat penting dilakukan. Namun, OJK dan pasar modal tidak bisa sendirian, pihaknya mengundang seluruh masyarakat insan pasar modal untuk bersama-sama melakukan literasi edukasi tersebut.
“Ini akan prioritas pada 20022. Kami juga akan mendukung momentum Indonesia di Presidency G20 melalui berbagai upaya pasar modal. Kami bersama dengan Self-Regulatory Organization (SRO) akan siap mendukung itu dan akan segera kami lakukan itu,” tutup Wimboh.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





