Jumat, 15 Mei 2026

Rights Issue Rampung, Bumi Minerals (BRMS) Siap Bangun Pabrik di Gorontalo

Penulis : Gita Rossiana
17 Jan 2022 | 14:57 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek PT Bumi Resources Minerals Tbk. Foto: Perseroan.
Salah satu proyek PT Bumi Resources Minerals Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merampungkan proses penawaran umum terbatas atau rights issue kedua. Dari rights issue tersebut, Bumi Minerals meraih dana sebesar Rp 1,65 triliun yang akan digunakan untuk mendukung proyek pengolahan bijih emas di Gorontalo.

Direktur Utama Bumi Resources Minerals Suseno Kramadibrata menjelaskan, laporan resmi mengenai penyelesaian rights issue sudah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada 10 Januari 2022. Seluruh saham baru yang diterbitkan sudah dibeli oleh para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per tanggal 24 Desember 2021 (Cum Date). 

BRMS memperoleh dana sebesar Rp 1,65 triliun dari rights issue. Jumlah lembar saham BRMS juga meningkat menjadi sebanyak 141,78 miliar saham pasca rights issue kedua.

ADVERTISEMENT

Suseno mengatakan, seperti yang disampaikan sebelumnya, Bumi Minerals berencana menggunakan dana hasil rights issue kedua untuk membangun pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas 2.000 ton bijih per hari di Gorontalo. Pihaknya juga akan mengalokasikan sebagian dana dari rights issue kedua untuk menyelesaikan konstruksi infrastruktur yang diperlukan seperti jalan tambang, peralatan berat dan transportasi serta konstruksi fasilitas pendukung tambang seperti power supply, waste dump, sediment pond, tailing dam, detoxification plant, dan lainnya.

"Selanjutnya dana hasil rights issue juga akan digunakan untuk pemboran di dua prospek emas di lokasi Motomboto (Gorontalo) demi menambah jumlah cadangan bijih emas sebesar 10 juta ton bijih," jelas Suseno dalam keterangan resmi, Senin (17/1).

Suseno menambahkan, semoga pada awal 2024, proyek tambang emas Gorontalo dapat mulai berproduksi secara komersial. Selain itu, perseroan juga berharap bahwa proyek emas Palu sudah bisa mengoperasikan tiga pabrik pengolahan bijih emas dengan total kapasitas sebesar 8.500 ton bijih per hari pada kuartal pertama tahun 2024.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia