Bitcoin cs Lagi-Lagi Terkoreksi
JAKARTA, investor.id – Sejumlah aset kripto mayoritas terus lanjutkan pelemahannya pada awal pekan ini. Bitcoin (BTC) tercatat masih jeblos dibawah US$ 40.000. Mengutip coinmarketcap.com pukul 07.40 WIB Senin (21/2), BTC ada di posisi US$ 38.349,84 turun 4,08% dalam sehari dan masih anjlok 8,75% dibandingkan pekan lalu.
Koin dengan kapitalisasi besar lainnya seperti Ethereum (ETH) juga turun 4,37% ke US$ 2.625,39, tapi masih minus 8,51% dibandingkan pekan sebelumnya.
Baca Juga:
LDX Token, Aset Kripto Karya Anak BangsaBNB (BNB) juga turun 4,22% dalam sehari ke US$ 380,56, dan masih turun 4,10% dibandingkan pekan lalu. Begitujuga dengan XRP turun 4,26% ke US$ 0,77 dan masih minus 3,61% dalam sepekan. Lalu Cardano (ADA) turun 6,19% ke US$ 0,93 dan dalam sepekan masih minus 9,98%.
Pedagang veteran Peter Brandt telah memperingatkan bahwa koreksi harga bitcoin telah memakan waktu berbulan-bulan di masa lalu dan mungkin perlu beberapa waktu agar harga mata uang kripto mencapai titik tertinggi sepanjang masa.
Secara khusus, dia menunjukkan bahwa butuh 21 bulan bagi BTC untuk mencapai level tertinggi baru berikutnya pada tahun 2013, 40 bulan pada tahun 2017, dan 36 bulan pada tahun 2020.
Harga Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar $68.892 pada 9 November tahun lalu berdasarkan data dari Bitcoin.com Markets. Sejak itu, telah jatuh lebih dari 43%. Pada saat penulisan, harga BTC adalah US$ 38.000an.
Sementara itu, bank investasi global Goldman Sachs telah memperingatkan bahwa harga bitcoin rentan terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pada bulan Januari, bank terbesar Swiss, UBS, memperingatkan musim dingin kripto. Meskipun demikian, bank investasi global JPMorgan memiliki prediksi harga jangka panjang sebesar US$ 150.000 untuk BTC tetapi memperkirakan nilai wajarnya menjadi US$ 38.000.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






