Sabtu, 20 Juni 2026

Harga Bitcoin (BTC) Anjlok, Level US$ 60.000 Kembali Mengintai

Penulis : Indah Handayani
19 Jun 2026 | 07:48 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Bitcoin.  Sumber: AP/ Petr David Josek
ilustrasi Bitcoin. Sumber: AP/ Petr David Josek

JAKARTA, investor.id Harga Bitcoin (BTC) anjlok pada Jumat (19/6/2026) pagi. Pelemahan ini memicu kekhawatiran bahwa aset kripto terbesar di dunia tersebut berpotensi kembali menguji level psikologis US$ 60.000 di tengah menguatnya dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi, serta pergeseran minat investor ke sektor kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 07.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 2,2% menjadi US$ 2,17 triliun. Sementara itu, harga Bitcoin (BTC) hari ini ambles 2,53% ke level US$ 62.932 per koin atau sekitar Rp 1,12 miliar (kurs Rp 17.845 per dolar AS).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar jatuh 2,38%. Ethereum ambles 2,34% menjadi US$ 1.712, Binance (BNB) jeblok 3,9% ke US$ 578, XRP anjlok 3,43% ke US$ 1,14, Solana (SOL) jatuh 3,56% menjadi US$ 69,71, Dogecoin (DOGE) terpangkas 3,01% ke US$ 0,08.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari CoinTelegraph, harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan setelah gagal menembus level US$ 67.200 pada awal pekan. Kondisi ini memicu koreksi sekitar 7% dan likuidasi posisi bullish senilai US$ 330 juta, sekaligus meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa aset kripto terbesar dunia itu berpotensi kembali menguji level US$ 60.000.

Menariknya, pelemahan Bitcoin terjadi ketika pasar saham teknologi Amerika Serikat (AS) justru menunjukkan kinerja solid. Indeks Nasdaq 100 masih bertahan dekat rekor tertinggi sepanjang masa, hanya berjarak sekitar 1% dari level puncaknya.

Analis menilai pergerakan tersebut menunjukkan semakin lebarnya jarak antara Bitcoin dan saham teknologi yang selama beberapa tahun terakhir sering bergerak searah.

Sentimen positif di pasar saham didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman. Kesepakatan itu mendorong harga minyak mentah turun ke level terendah dalam 15 pekan di kisaran US$ 74 per barel sehingga mengurangi kekhawatiran inflasi.

Di saat yang sama, data pasar tenaga kerja AS juga memberikan dukungan bagi investor setelah jumlah klaim pengangguran berkelanjutan tetap stabil di level 1,81 juta.

Namun, Bitcoin justru bergerak ke arah berbeda. Tekanan terhadap aset digital semakin kuat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh berulang kali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga atau price stability dalam konferensi pers terbaru.

Pernyataan tersebut memunculkan keyakinan bahwa bank sentral AS akan tetap fokus mengendalikan inflasi, sehingga peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama semakin besar.

AI Curi Perhatian

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 6 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 56 menit yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 1 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Market 2 jam yang lalu

DOSS Bagi Dividen 14,8% dari Laba

PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 5,17 miliar untuk tahun buku 2025.
Finance 2 jam yang lalu

Optimalisasi Pengelolaan Dana, Fintech Ini Bangun Kolaborasi Strategis Global

SplitPay berperan pada sektor Financial Infrastructure dan Fund Development yang mendukung pengembangan teknologi keuangan.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia