Jumat, 15 Mei 2026

Ternyata, Dampak Perang terhadap IHSG Terbatas

Penulis : Parluhutan Situmorang
24 Feb 2022 | 14:39 WIB
BAGIKAN
Petugas memantau grafik pergerakan indeks harga saham. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Petugas memantau grafik pergerakan indeks harga saham. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, Investor.id - Invasi Rusia terhadap Ukraina diprediksi tidak akan berimbas terlalu dalam terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Justru, isu perang ini bisa dimanfaatkan pemodal untuk membeli saham berharga murah.

Demikian penjelasan analis CGS CIMB Sekuritas Peter P Sutedja dan Erwan Teguh dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini. Riset tersebut membahas dampak perang Rusia dengan Ukraina terhadap indeks dunia dan ekonomi global.

Ternyata, Dampak Perang terhadap IHSG Terbatas

“Berdasarkan data perang dalam beberapa tahun terakhir, seperti perang Afganistan pada 2001, Yaman 2002, Irak 2003, Pakistan 2004, Libya 2011, Suriah 2014, terungkap bahwa penurunan IHSG hanya berlangsung jangka pendek. Bahkan, dalam enam bulan, IHSG melaju dalam sejumlah perang yang terjadi dalam 20 tahun terakhir itu,” terangnya.

ADVERTISEMENT

Misalnya perang Irak tahun 2003, menurut dia, hanya mengakibatkan penurunan indeks 0,2% dalam sepekan. Sedangkan dalam enam bulan, IHSG justru melonjak 27,5%. Begitu juga dengan sejumlah perang di beberapa negara yang terjadi selama tahun 2000 hingga tahun 2015 tidak berimbas terlalu negatif terhadap IHSG.

Bahkan, menurut CGS CIMB Sekuritas, perang tersebut akan menguntungkan Indonesia sebagai eksportir energi, khususnya batu bara dan gas. Indonesia juga diuntungkan atas ekspor minyak sawit mentah (CPO). “Kami menilai bahwa sentimen itu akan mendorong harga komoditas meningkat, sehingga menguntungkan Indonesia. Apalagi Indonesia menjadi eksportir besar dunia untuk sejumlah komoditas,” terangnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia