Ternyata, Dampak Perang terhadap IHSG Terbatas
JAKARTA, Investor.id - Invasi Rusia terhadap Ukraina diprediksi tidak akan berimbas terlalu dalam terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Justru, isu perang ini bisa dimanfaatkan pemodal untuk membeli saham berharga murah.
Demikian penjelasan analis CGS CIMB Sekuritas Peter P Sutedja dan Erwan Teguh dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini. Riset tersebut membahas dampak perang Rusia dengan Ukraina terhadap indeks dunia dan ekonomi global.
“Berdasarkan data perang dalam beberapa tahun terakhir, seperti perang Afganistan pada 2001, Yaman 2002, Irak 2003, Pakistan 2004, Libya 2011, Suriah 2014, terungkap bahwa penurunan IHSG hanya berlangsung jangka pendek. Bahkan, dalam enam bulan, IHSG melaju dalam sejumlah perang yang terjadi dalam 20 tahun terakhir itu,” terangnya.
Misalnya perang Irak tahun 2003, menurut dia, hanya mengakibatkan penurunan indeks 0,2% dalam sepekan. Sedangkan dalam enam bulan, IHSG justru melonjak 27,5%. Begitu juga dengan sejumlah perang di beberapa negara yang terjadi selama tahun 2000 hingga tahun 2015 tidak berimbas terlalu negatif terhadap IHSG.
Bahkan, menurut CGS CIMB Sekuritas, perang tersebut akan menguntungkan Indonesia sebagai eksportir energi, khususnya batu bara dan gas. Indonesia juga diuntungkan atas ekspor minyak sawit mentah (CPO). “Kami menilai bahwa sentimen itu akan mendorong harga komoditas meningkat, sehingga menguntungkan Indonesia. Apalagi Indonesia menjadi eksportir besar dunia untuk sejumlah komoditas,” terangnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






