Jumat, 15 Mei 2026

Rusia-Ukraina Berperang, Asing Berbondong-bondong Masuk Pasar Saham RI

Penulis : Parluhutan Situmorang
24 Feb 2022 | 15:21 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id - Pemodal asing justru membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 881,57 miliar di seluruh pasar, walaupun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (24/2), ditutup anjlok 102,24 poin (1,48%) menjadi 6.817,82 setelah Rusia mengumumkan perang dengan Ukraina.

Net buy saham terbanyak melanda, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 282,30 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 203,85 miliar, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 108,15 miliar, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) senilai Rp 95,41 miliar, dan PT Vale Indoensia Tbk (INCO) Rp 87,04 miliar.

Sedangkan lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 147,94 miliar, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) sebanyak Rp 94,94 miliar, PT Merdeka Copper & Gold Tbk (MDKA) Rp 48,81 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 47,15 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 44,75 miliar.

ADVERTISEMENT

Penurunan indeks dipengaruhi pelemahan sebagian besar sektor saham, seperti saham sektor transportasi dan logistik melemah 4,93%, sektor consumer cyclicals melemah 2,25%, sektor teknologi turun 2,13%, sektor properti dan real estat turun 2,07%, serta sektor keuangan turun 2,42%. Sedangkan sektor saham sektor energi justru melambung 2,23% dan industri o,75%.

Meski IHSG turun, sejumlah saham ini menguat, yaitu saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) naik hingga auto reject atas (ARA) Rp 43 (34,40%) menjadi Rp 168, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) menguat Rp 18 (25,71%) menjadi Rp 88, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Rayat Tbk (BBRM) naik Rp 8 (14,81%) menjadi Rp 62, PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) naik Rp 590 (13,41%) menjadi Rp 4.990, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik Rp 75 (13,39%) menjadi Rp 635.

Sedangkan pelemahan melanda sebagian besar saham, seperti saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), PT MN Vision Networks Tbk (IPTV), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA), PT PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), dan PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR), PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia