Jumat, 15 Mei 2026

Vale Indonesia (INCO) Bukukan Kenaikan EBITDA 44% Pada 2021

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
25 Feb 2022 | 04:33 WIB
BAGIKAN
Kegiatan tambang Vale Indonesia. Foto: IST
Kegiatan tambang Vale Indonesia. Foto: IST

JAKARTA, investor.id - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bukukan Earning, Before, Interest, Tax and Amortization (EBITDA) sebesar US$ 391,9 juta pada 2021. Angka itu naik 44% dibandingkan periode yang sama pada 2020. Laba bersih perseroan juga mengalami peningkatan dua kali lipat menjadi US$ 165,8 juta.

CEO sekaligus Presiden Direktur Febriany Eddy menjelaskan, capain ini ditopang oleh harga nikel yang tinggi diiringi dengan disiplin biaya yang kuat memberikan dampak positif pada kinerja keuangan. Laba bersih perseroan juga mengalami peningkatan dua kali lipat dan membukukan saldo kas akhir tahun menjadi US$ 508,3 juta, meningkat hampir US$ 120 juta dari saldo tahun sebelumnya.

“Penguatan saldo kas ini akan memberikan dukungan yang kuat untuk pelaksanaan proyek pertumbuhan kami,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (24/2).

ADVERTISEMENT

Meningkatnya laba bersumber dari penjualan sebesar US$ 953,2 juta pada tahun 2021 atau 25% di atas penjualan tahun 2020 sebesar US$ 764,7 juta. Harga realisasi rata-rata pengiriman nikel dalam matte adalah US$ 14.309 per ton, meningkat dari level tahun 2020 sebesar US$ 10.498 per ton.

Febriany menyampaikan selama 2021, konsumsi High Sulphur Fuel Oil atau HSFO, diesel dan batubara mengalami penurunan akibat volume produksi yang lebih rendah sejalan dengan penurunan pengaturan daya tanur listrik empat yang telah memasuki usia.

“Ditambah dengan penutupan shutdown pembangunan kembali tanur listrik empat dan pembangunan kembali tersebut akan berlangsung selama sekitar lima bulan. Harga rata-rata HSFO, diesel dan batubara juga meningkat masing-masing sebesar 42%, 28% dan 62%,” ujarnya.

Lebih lanjut, soal kas dan setara kas grup pada 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020 masing-masing berjumlah sebesar US$ 508,3 juta dan US$ 388,7 juta karena grup menerima pendapatan yang lebih tinggi pada tahun 2021. Kedepan, Vale senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.

Masih pada periode yang sama, Vale mengeluarkan sekitar US$ 180,7 juta untuk belanja modal pada tahun 2021. Lebih tinggi dari belanja modal yang dianggarkan pada tahun 2020 yakni sebesar US$152,1 juta. Anggaran yang lebih tinggi digunakan untuk kelangsungan dan modal pertumbuhan pada tahun 2021.

Kedepan, perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktivitas dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utamanya, yaitu keselamatan jiwa yang merupakan hal terpenting juga kelestarian bumi dan komunitas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia