Cihuy, IHSG Dibuka Ngacir di Zona Hijau
JAKARTA, investor.id – Ditutup melemah -102 poin atau -1,48% menjadi 6.817, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka ngacir di zona hijau pada perdagangan sesi I, Jumat (25/2). IHSG naik 7,55 poin (0,11%) di level 6.825,37.
Tercatat sebanyak 111,24 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 189,32 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 8,943 kali transaksi. Sebanyak 20 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 5 saham terkoreksi, dan 20 saham stagnan.
Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 33,223.83 (+0.28%), NASDAQ ditutup 13,473.58 (+3.34%), S&P 500 ditutup 4,288.70 (+1.50%). Wall Street berakhir naik tajam pada perdagangan Kamis. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meluncurkan sanksi baru yang keras terhadap Rusia setelah Moskow memulai invasi ke Ukraina.
Sebelumnya ketiga index sempat turun pada awal perdagangan. Setelah berkonsultasi dengan rekan-rekan dari negara-negara Kelompok Tujuh, Biden mengumumkan langkah-langkah untuk menghambat kemampuan Rusia melakukan bisnis dalam mata uang utama dunia, bersama dengan sanksi terhadap bank dan perusahaan milik negara tersebut.
Saham Asia-Pasifik naik pada hari Jumat karena investor menilai konflik Rusia-Ukraina menyusul kebangkitan besar-besaran di Wall Street semalam. Nikkei 225 Jepang naik 1,05%, sedangkan Topix naik 0,33%. S&P/ASX 200 di Australia naik 0,4% Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 1,79% menjadi US$ 94,47 per barel di perdagangan Asia pada hari Jumat.
Minyak memangkas kenaikan pada hari Kamis setelah naik lebih dari 8% di tengah berita serangan Rusia. WTI menetap 0,77% lebih tinggi pada US$ 92,81 per barel, sementara minyak mentah Brent berjangka naik 2,3% menjadi menetap di US$ 99,08 per barel. Emas spot, yang secara tradisional merupakan tempat berlindung yang aman di saat ketidakpastian, terakhir diperdagangkan pada US$ 1.905,56, naik 0,13%.
Prediksi Analis
Phintraco Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pasca sell-off kemarin, berpotensi rebound di perdagangan akhir pekan (25/2). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan pada resistance 6.850, pivot 6.830, dan support 6.780
IHSG sempat melemah lebih dari -2% ke 6.758,86 pada kemarin. Akan tetapi, IHSG memangkas pelemahan dan ditutup -1.47% ke 6.817,82 di Kamis (24/2). Hal tersebut sejalan dengan berlanjutnya net buy investor Asing sepanjang Kamis (24/2).
Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi technical rebound ke kisaran 6.850-6.875 di Jumat (25/2). Pelaku pasar dapat perhatikan potensi rotasi dari saham komoditas yang menguat signifikan ke saham-saham bluechip atau yang tertekan cukup dalam di Kamis (24/2), seperti BBNI, BBCA, BMRI, BBRI dan TLKM. Saham komoditas yang masih berpotensi menguat diantaranya LSIP, SIMP, SSMS dan ADRO.
Menurut Phintraco Sekuritas, sksi jual di Kamis siang (24/2) dipicu oleh kabar operasi militer Rusia ke Ukraina. Hal tersebut mempengaruhi psikologis pasar yang memicu aksi panic selling. Akan tetapi, dampak langsung ke ekonomi Indonesia dari eskalasi konflik tersebut diperkirakan sangat terbatas. Pasalnya, Rusia dan Ukraina bukan merupakan mitra dagang utama Indonesia.
“Nilai ekspor ke Rusia dan Ukraina di Januari 2022 setara dengan 0,92% dan 0,03% dari total nilai ekspor Indonesia di periode tersebut,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






