Sesi I, IHSG Nyaman di Zona Hijau
JAKARTA, investor.id – Dibuka naik 7,55 poin (0,11%) di level 6.825,37, indeks harga saham gabungan (IHSG) nyaman melaju di zona hijau pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (25/2). IHSG tercatat naik 62,46 poin (0,92%) di level 6.880,28. IHSG pun bergerak di rentang 6.822 – 6.882.
Sebanyak lebih dari 14,2 miliar saham telah diperdagangkan selama sesi I. Dengan nilai perdagangan sekitar Rp 8,51 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 973.480 kali transaksi. Sebanyak 339 saham mencatatkan kenaikan, 196 saham terkoreksi, dan 132 saham stagnan.
Pada penutupan sesi I, hampir seluruh saham unggulan mencatat kenaikan. Berdasarkan data IDX, pukul 11.17 WIB, saham yang tergabung dalam LQ45 terkerek 0,93%, saham unggulan syariah atau JII melambung 1,07%, dan Investor33 naik 0,85%.
Hal senada juga terjadi pada sebagian besar sektor saham yang merangkak naik pada perdagangan sesi I. Kenaikan tertinggi terjadi pada IDX Sector Transportations & Logistic 3,44%, IDX Sector Basic Materials 1,53%, IDX Sector Finance 1,22%, IDX Sector Technology 0,89%, dan IDX Sector Infrastructure 0,86%.
Pada akhir perdagangan sesi I, investor asing masih tercatat melakukan transaksi beli bersih (net buy) di seluruh pasar sebesar Rp 24,54 miliar. Lima saham terbanyak diborong asing adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) sebesar Rp 169,8 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencapai Rp 52,9 miliar, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebesar Rp 47,1 miliar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencapai Rp 36,7 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebanyak Rp 35 miliar.
Bursa saham Asia terpantau bergerak mixed. Nikkei Tokyo terkerek 1,6%, Shanghai naik 0,54%, dan Straits Time Singapura terdorong 0,87%. Sedangkan Hang Seng Hong Kong terpuruk -0,16%,
Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 33,223.83 (+0.28%), NASDAQ ditutup 13,473.58 (+3.34%), S&P 500 ditutup 4,288.70 (+1.50%). Wall Street berakhir naik tajam pada perdagangan Kamis. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meluncurkan sanksi baru yang keras terhadap Rusia setelah Moskow memulai invasi ke Ukraina.
Sebelumnya ketiga index sempat turun pada awal perdagangan. Setelah berkonsultasi dengan rekan-rekan dari negara-negara Kelompok Tujuh, Biden mengumumkan langkah-langkah untuk menghambat kemampuan Rusia melakukan bisnis dalam mata uang utama dunia, bersama dengan sanksi terhadap bank dan perusahaan milik negara tersebut.
Saham Asia-Pasifik naik pada hari Jumat karena investor menilai konflik Rusia-Ukraina menyusul kebangkitan besar-besaran di Wall Street semalam. Nikkei 225 Jepang naik 1,05%, sedangkan Topix naik 0,33%. S&P/ASX 200 di Australia naik 0,4% Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 1,79% menjadi US$ 94,47 per barel di perdagangan Asia pada hari Jumat.
Minyak memangkas kenaikan pada hari Kamis setelah naik lebih dari 8% di tengah berita serangan Rusia. WTI menetap 0,77% lebih tinggi pada US$ 92,81 per barel, sementara minyak mentah Brent berjangka naik 2,3% menjadi menetap di US$ 99,08 per barel. Emas spot, yang secara tradisional merupakan tempat berlindung yang aman di saat ketidakpastian, terakhir diperdagangkan pada US$ 1.905,56, naik 0,13%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






