Jumat, 15 Mei 2026

Mirae Asset Sekuritas: Target Harga INCO Diturunkan, Jadi Berapa?

Penulis : Indah Handayani
2 Mar 2022 | 11:18 WIB
BAGIKAN
Vale Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Vale Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beli pada PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Apabila sebelumnya Mirae Asset Sekuritas memasang target harga INCO Rp 7.600, namun saat ini diturunkan. Jadi berapa taregt harganya?

Analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harapan mengatakan INCO membukukan pendapatan Kuartal IV 2021 sebesar US$ 267 juta. Angka itu turun -1,7% quarter on quarter (QoQ) dan meningkat 37,7% year on year (YoY). Menjadikan angka kumulatif US$ 953 juta atau naik 24,6% YoY pada 2021 yang sejalan dengan perkiraan dan konsensus Mirae Asset Sekuritas, masing-masing di 102,7% dan 102,2%.

Menurut Juan, pertumbuhan pendapatan 2021 terutama didorong oleh kenaikan ASP sebesar US$ 18.186/ton atau naik 13,6% dari periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, volume penjualan nikel mate mencatat penurunan sebesar 66.615 ton (-8,6% YoY) pada 2021. INCO membukukan laba bersih sebesar US$ 43 juga (-33,2% QoQ dan +593,6% YoY), sehingga laba bersih 2021 menjadi US$ 166 juta (+ 100,2% YoY).

ADVERTISEMENT

“Angka tersebut di bawah perkiraan kami (pada run-rate 88,2%), tetapi sejalan dengan konsensus (pada run-rate 98,7%). Angka yang lebih rendah dari perkiraan disebabkan oleh biaya yang lebih tinggi dari harga energi yang menyebabkan penurunan margin di Kuartal IV 2021 dibandingkan Kuartal III 2021), seperti batu bara dan HSFO yang masing-masing meningkat 39,8% QoQ dan 8,0% QoQ,” tulis Juan dalam risetnya.

Mirae Asset Sekuritas: Target Harga INCO Diturunkan, Jadi Berapa?
ilustrasi Mirae INCO


Dari sisi operasional, Juan mengatakan produksi turun menjadi 17.015 ton (-6,1% QoQ; +3,5% YoY) di Kuartal IV 2021. Penurunan tersebut didorong oleh proyek pembangunan kembali tungku empat yang terjadi pada Desember 2021.

Penurunan angka Kuartal IV 2021 membawa produksi operasional tahun 2021 menjadi 65.388 ton (-9,5% YoY). Mengenai proyek pembangunan kembali tungku empat, proyek ini diharapkan selesai pada Mei 2022. Oleh karena itu, produksi pada 2022 diharapkan pada tingkat yang sama dengan angka 2021.

Juan mengatakan Mirae Asset Sekuritas menurunkan angka produksi 2022 menjadi 65rb ton. Sebelumnya sebesar 70rb ton karena proyek pembangunan kembali tungku 4 akan mengganggu produksi di Semester I 2022. Oleh karena itu, Juan menurunkan perkiraan laba bersih 2022 INCO sebesar 14,5% menjadi US$ 194 juta atau naik 16,7% YoY.

“Saat kami menurunkan perkiraan kami, kami mempertahankan rekomendasi Beli kami di INCO dengan target harga yang lebih rendah dari Rp7.400. Sebelumnya adalah Rp 7.600. TP kami diturunkan dengan menggunakan metode gabungan yang sama dari target 2022 EV/EBITDA 13,4x (+0,5x deviasi std dari 4 tahun) dan metode penilaian FCFE (biaya ekuitas: 14,7%; pertumbuhan terminal: 3%),” tutup Juan.

 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia