Sabtu, 20 Juni 2026

Berikut Proyeksi Teranyar Harga Komoditas Mulai Emas, Minyak Hingga Bitcoin di Maret Ini

Penulis : Lona Olavia
7 Mar 2022 | 10:17 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Foto: CNBC)
Ilustrasi emas. (Foto: CNBC)

JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina membawa berkah tersendiri bagi negara-negara penghasil komoditas, antara lain Tiongkok, Indonesia, Australia, dan Malaysia. Kenaikan harga komoditas dijadikan umpan bagi para spekulan untuk menjatuhkan negara-negara yang notabene memberikan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan Belarusia.

“Yang membuat harga komoditas mengalami kenaikan bukan disebabkan oleh Rusia menginvasi Ukraina namun Sanksi yang berlebihan dilakukan oleh AS, Uni Eropa dan Inggris terhadap Rusia dan Belarusia,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, Senin (07/03/2022).

Pasca sanksi ekonomi diterapkan maka para spekulan di berbagai negara melakukan aksi beli yang tak terbatas, membuat lonjakan harga komoditas yang tak wajar dan ini sebenarnya menjadi serangan telak bagi negara-negara yang memberikan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan Belarusia.

ADVERTISEMENT

Tanpa adanya ikut campur pihak ketiga harga komoditas tidak mungkin mengalami lonjakan yang signifikan. Apalagi sekutu Rusia yaitu China yang kemungkinan akan mengikuti jejak Rusia akan melakukan invasi terhadap Taiwan.  Selain itu Korea Utara juga sudah berancang-ancang untuk menginvasi Kore Selatan. Ini semua dampak AS, NATO dan Inggris yang terlalu gegabah dalam memberikan sanksi ekonomi.

“Disamping itu dengan lonjakan harga yang terus naik, Bank Sentral Amerika ( The Fed) dalam pertemuan di tanggal 15 Maret 2022 kemungkinan akan menahan suku bunga sampai perang benar-benar sudah berhenti,” tambah Ibrahim.

Dampak dari sanksi tersebut membuat harga-harga komoditas seperti minyak mentah, emas, gas alam, batubara, nikel dan lainnya mengalami kenaikan yang tidak wajar.

“Harga emas dalam hitungan bulan Maret 2022 bisa menyentuh US$ 2.150 per troy ounce atau logam mulia Rp 1.150.000 per gram. Minyak mentah WTI bisa menyentuh US$ 200 per barel, Batubara US$ 600 per ton, Gas Alam  US$ 5.500. Minyak CPO RM 7,500 per ton, indeks dolar bisa tembus US$ 105, Bitcoin tembus US$ 45.000 per koin,” sebutnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 18 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 1 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Market 2 jam yang lalu

DOSS Bagi Dividen 14,8% dari Laba

PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 5,17 miliar untuk tahun buku 2025.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia