Itama Ranoraya (IRRA) Raup Pertumbuhan Pendapatan 143%
JAKARTA, Investor.id – PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions), membukukan peningkatan pendapatan sebanyak 143% menjadi Rp 1,32 triliun pada 2021, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 563,89 miliar.
Kenaikan pendapatan yang signifikan tersebut membuat performa earning before tax depreciation & amortization (EBITDA) meningkat 84% dari Rp 81,35 miliar menjadi Rp 149,62 miliar. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan laba bersih sekitar 86% dari Rp 60,29 miliar menjadi Rp 112,38 miliar.
Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengatakan, Itama Ranoraya juga berhasil mencetak kenaikan total aset menjadi Rp 782,04 miliar. Angka tersebut setara dengan kenaikan 46% dari posisi tahun sebelumnya senilai Rp 535,27 miliar. Sedangkan ekuitas perseroan naik menjadi Rp 502,05 miliar, dibandingkan Rp 242,33 miliar pada 2020.
"Alhamdulilah, tahun 2021, kami kembali mampu men-delivered target yang telah ditetapkan, yaitu pertumbuha pendapatan 134% dan laba bersih sebesar 86%. Kami juga berhasil meningkatkan performa neraca melalui kenaikan aset yang signifikan, dimana kenaikannya bersumber dari kenaikan ekuitas, sehingga posisi neraca perusahaan semakin kuat,” ungkap Heru melalui keterangan resmi kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (7/3).
Sedangkan liabilitis Itama Ranoraya turun 4% menjadi Rp 279,99 miliar. "Pencapaian tersebut membuat neraca keuangan perseroan semakin kuat dengan rasio utang terhadap modal (Debt to Equity) turun dari 1,21 kali tahun 2020 menjadi 0,56 kali pada2021," terang Heru.
Berdasarkan segmen pelanggan, menurut dia, pelanggan non-pemerintah yang terdiri atas korporasi dan ritel berkontribusi mencapai 50,3% terhadap pendapatan tahun 2021, dibandingkan tahun 2020 sebesar 34% dan pada 2019 dibawah 30%. Sedangkan penjualan alat kesehatan diagnostik Invitro sebagai penyumbang utama mencapai Rp 1,17 triliun atau naik 183%.
Sisanya, ungkap dia, dikontribusikan berasal dari segmen alat kesehatan non elektromedik tercatat sebesar Rp 141,23 miliar atau turun -4%. Segmen produk lainnya tercatat sebesar Rp 1,32 miliar meningkat 134%.
Tumbuh 50%
Heru mengatakan, Itama Ranoraya menargetkan kenaikan pendapatan dan laba bersih secara organik berkisar 40 -50%. Peningkatan berasal dari potensi pertumbuhan segmen non-pemerintah yang masih besar, sehingga dengan terus melakukan ekspansi jaringan dan penambahan portofolio produk yang dimiliki. Perseroan optimistis bisa kembali merealisasikan target tahun ini.
“Target kami tahun ini, pertumbuhan secara organik mencapai 40%-50%. Dan selain itu, tahun ini kami berharap bisa merealisasikan proses transformasi kami, sehingga langkah in organik tersebut bisa memperbesar pertumbuhan kami di tahun ini dan ke depan,” tutup Heru.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler



