Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Berpeluang Menguat, Lima Saham Berpotensi Cuan Loh!

Penulis : Indah Handayani
10 Mar 2022 | 07:28 WIB
BAGIKAN
Aktivitas karyawan sekuritas saat memantau monitor pergerakan saham di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Aktivitas karyawan sekuritas saat memantau monitor pergerakan saham di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berdasarkan analisa teknikal, berpeluang bergerak menguat pada perdagangan Kamis (10/3/2022). IHSG akan diperdagangkan pada pada level 6.829-6.922.

Pada perdagangan Rabu (9/3/2022), IHSG menguat +50 poin atau +0,74% menjadi 6.864. Sektor properties & real estate, transportation & logistic, industrials, infrastructures, financials, consumer cyclicals, consumer non cyclicals, energy bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG kali ini. Investor asing di seluruh pasar membukukan penjualan bersih sebesar Rp 11.317 miliar.

Data pertumbuhan ekonomi Jepang, lagi lagi mengalami penurunan, tidak sesuai dengan proyeksinya yang diharapkanmengalami kenaikkan. Lagi lagi Perekonomian Jepang kehilangan momentum, sehingga pertumbuhan ekonomi lagi lagi mengalami penurunan dari sebelumnya 5,4% menjadi 4,6%. Covid masih menjadi salah satu penyebab utama, yang dimana mendorong penurunan pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pengeluaran dari sisi bisnis masih sangat lemah dari proyeksi pertama meskipun kalau di lihat dalam beberapa bulan bulan terakhir, perusahaan telah mendorong untuk menghabiskan lebih banyak. Tidak hanya itu saja, pemulihan konsumsi swasta juga masih rendah khususnya ketika pembatasan kembali dilakukan akibat Covid.

Inflasi tahunan AS telah terakselerasi ke level 7,5% pada Januari 2022 di mana angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir sejalan dengan melonjaknya harga energi, kurangnya tenaga kerja, gangguan pasokan yang terjadi serta tingginya tingkat permintaan. Biaya energi, terutama gasoline yang mengalami kenaikan harga hingga 40%, berkontribusi paling besar (27%) terhadap inflasi AS. Belum lagi, Presiden AS baru saja menandatangani Executive Order (OE) di mana melarang impor minyak, LNG dan Batu bara dari Rusia sebagai sanksi untuk memaksa Rusia menghentikan agresi militernya terhadap Ukraina.

Merespon eskalasi konflik yang masih belummencapai titik temu tersebut, The Fed masih terus memantau perkembangan atas kondisi yang terjadi di mana konflik terus dapat mendorong resesi global dan menyesuaikan kebijakannya dalam merendam inflasi yang terus tumbuh. Rencana The Fed yang sebelumnya akan menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) sebesar 50 bps pada Maret 2022, disinyalir turun menjadi 25 basis poin kenaikannya seiring dengan potensi resesi global akibat gangguan pasokan dan melesatnya harga komoditas.

Inflasi yang semakin meningkat memang menunjukkan kondisi ekonomi yang menggeliat, hanya saja perlu dijinakkan sebab berpengaruh terhadap sendi-sendi ekonomi seperti kenaikan beban yang lebih tinggi yang harus ditanggung atas bunga KPR, pinjaman hingga pendanaan modal kerja akan lebih besar. Tak hanya itu, growth stock kurang atraktif lagi karena fleksibilitasnya yang menurun saat suku bunga tinggi dan tertekannya kinerja surat utang.

Diperkirakan inflasi AS yang akan dirilis esok hari, akan melanjutkan kenaikannya sebagai dampak awal lonjakan harga minyak mentah dunia yang dimana sikap dari The Fed akan sangat dinantikan. Tentu saja hal ini juga akan memberikan dampak bagi berbagai belahan dunia lainnya, khususnya Emerging Market yang mau tidak mau juga akan ikut menaikkan tingkat suku bunganya sebagai bagian dari menjaga stabilitas pasar dan menjaga nilai premi tingkat suku bunga antar negara.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan yang berpotensi cuan pada perdagangan hari ini, yaitu AGRO, MNCN, MEDC, JSMR, SMBR

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia