Pilarmas: IHSG Berpeluang Menguat, Lima Saham Berpotensi Cuan Loh!
JAKARTA, investor.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berdasarkan analisa teknikal, berpeluang bergerak menguat pada perdagangan Kamis (10/3/2022). IHSG akan diperdagangkan pada pada level 6.829-6.922.
Pada perdagangan Rabu (9/3/2022), IHSG menguat +50 poin atau +0,74% menjadi 6.864. Sektor properties & real estate, transportation & logistic, industrials, infrastructures, financials, consumer cyclicals, consumer non cyclicals, energy bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG kali ini. Investor asing di seluruh pasar membukukan penjualan bersih sebesar Rp 11.317 miliar.
Data pertumbuhan ekonomi Jepang, lagi lagi mengalami penurunan, tidak sesuai dengan proyeksinya yang diharapkanmengalami kenaikkan. Lagi lagi Perekonomian Jepang kehilangan momentum, sehingga pertumbuhan ekonomi lagi lagi mengalami penurunan dari sebelumnya 5,4% menjadi 4,6%. Covid masih menjadi salah satu penyebab utama, yang dimana mendorong penurunan pertumbuhan ekonomi.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pengeluaran dari sisi bisnis masih sangat lemah dari proyeksi pertama meskipun kalau di lihat dalam beberapa bulan bulan terakhir, perusahaan telah mendorong untuk menghabiskan lebih banyak. Tidak hanya itu saja, pemulihan konsumsi swasta juga masih rendah khususnya ketika pembatasan kembali dilakukan akibat Covid.
Inflasi tahunan AS telah terakselerasi ke level 7,5% pada Januari 2022 di mana angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir sejalan dengan melonjaknya harga energi, kurangnya tenaga kerja, gangguan pasokan yang terjadi serta tingginya tingkat permintaan. Biaya energi, terutama gasoline yang mengalami kenaikan harga hingga 40%, berkontribusi paling besar (27%) terhadap inflasi AS. Belum lagi, Presiden AS baru saja menandatangani Executive Order (OE) di mana melarang impor minyak, LNG dan Batu bara dari Rusia sebagai sanksi untuk memaksa Rusia menghentikan agresi militernya terhadap Ukraina.
Merespon eskalasi konflik yang masih belummencapai titik temu tersebut, The Fed masih terus memantau perkembangan atas kondisi yang terjadi di mana konflik terus dapat mendorong resesi global dan menyesuaikan kebijakannya dalam merendam inflasi yang terus tumbuh. Rencana The Fed yang sebelumnya akan menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) sebesar 50 bps pada Maret 2022, disinyalir turun menjadi 25 basis poin kenaikannya seiring dengan potensi resesi global akibat gangguan pasokan dan melesatnya harga komoditas.
Inflasi yang semakin meningkat memang menunjukkan kondisi ekonomi yang menggeliat, hanya saja perlu dijinakkan sebab berpengaruh terhadap sendi-sendi ekonomi seperti kenaikan beban yang lebih tinggi yang harus ditanggung atas bunga KPR, pinjaman hingga pendanaan modal kerja akan lebih besar. Tak hanya itu, growth stock kurang atraktif lagi karena fleksibilitasnya yang menurun saat suku bunga tinggi dan tertekannya kinerja surat utang.
Diperkirakan inflasi AS yang akan dirilis esok hari, akan melanjutkan kenaikannya sebagai dampak awal lonjakan harga minyak mentah dunia yang dimana sikap dari The Fed akan sangat dinantikan. Tentu saja hal ini juga akan memberikan dampak bagi berbagai belahan dunia lainnya, khususnya Emerging Market yang mau tidak mau juga akan ikut menaikkan tingkat suku bunganya sebagai bagian dari menjaga stabilitas pasar dan menjaga nilai premi tingkat suku bunga antar negara.
Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan yang berpotensi cuan pada perdagangan hari ini, yaitu AGRO, MNCN, MEDC, JSMR, SMBR
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






