Emas Naik di Asia Karena Krisis Ukraina Berlanjut
BENGALURU, investor.id - Harga emas naik di perdagangan Asia pada Senin sore (21/3/2022). Terangkat oleh permintaan logam safe-haven karena krisis Ukraina tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun kenaikannya dibatasi oleh rencana tindakan agresif Federal Reserve AS untuk memerangi inflasi.
Dikutip dari Antara, emas spot menguat 0,2% menjadi diperdagangkan di US$ 1.924,45 per ounce pada pukul 07.12 GMT. Sementara itu, emas berjangka AS terpangkas 0,3% menjadi diperdagangkan pada US$ 1.924,00 per ounce.
"Sedikit aliran safe-haven masuk ke emas hari ini karena Ukraina secara resmi menolak tenggat waktu dari Rusia," kata Matt Simpson, analis pasar senior di City Index.
Baca Juga:
Harga Emas Datar Menanti Katalis BaruUkraina pada Senin menolak seruan Rusia untuk menyerahkan kota pelabuhan Mariupol, di mana penduduk dikepung dengan sedikit makanan, air dan listrik dan pertempuran sengit menunjukkan sedikit tanda akan mereda.
Mencegah kenaikan lebih lanjut dalam logam, dua pembuat kebijakan Fed yang paling hawkish mengatakan pada Jumat (18/3/2022) bahwa bank sentral perlu mengambil langkah-langkah yang lebih agresif untuk memerangi inflasi.
Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan dia ingin menaikkan suku bunga menjadi 1,75% hingga 2% tahun ini, menurut sebuah esai yang diterbitkan di situs web bank Fed regional. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak membayar bunga.
Kepemilikan exchange-traded fund (ETF) yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust naik 0,8%menjadi 1.082,44 ton pada Jumat (18/3/2022), merupakan tertinggi sejak Maret 2021.
Palladium, yang digunakan oleh pembuat mobil dalam catalytic converter untuk mengekang emisi, naik 2,8% pada US$ 2.560,71 per ounce. Palladium telah mencapai rekor tertinggi US$ 3.440,76 pada 7 Maret, didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan dari produsen utama Rusia.
Logam auto-katalis itu merespon lebih baik terhadap peristiwa yang terjadi di Ukraina. “Karena dengan Ukraina secara resmi mengatakan tidak kepada Rusia, itu menempatkan pembicaraan damai di kaki belakang dan tentu saja itu membawa kekhawatiran lebih lanjut atas kendala pasokan bergerak maju," tambah Simpson.
Logam mulia lainnya di pasar spot, perak diperdagangkan datar di US$ 24,96 per ounce, platinum naik 0,4% menjadi diperdagangkan di US$ 1.025,83 per ounce.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






