Adhi Karya (ADHI) Dapat PMN dan akan Rights Issue hingga Rp 3,8 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan melangsungkan Penawaran Umum Terbatas (PUT) II alias rights issue sebanyak 7,12 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Rencana aksi korporasi telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
"Hari ini, Adhi Karya telah menyelenggarakan RUPST dengan tujuh agenda berbeda, salah satunya kami meminta persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal dan menyelenggarakan rights issue untuk memberikan hak kepada pemegang saham lain mendapatkan porsi," papar Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi, Kamis (7/4/2022).
Entus menambahkan, setelah Penyertaan Modal Negara (PMN) Adhi Karya tahun 2022 cair, perseroan akan melangsungkan rights issue sebanyak 49% saham yang diharapkan semuanya terserap dengan nilai mencapai Rp 1,8 triliun.
Sementara itu, perihal harga pelaksanaan rights issue, Entus menyebut masih akan dikaji. "Penetapan pricing akan kita kaji dalam proses privatisasi. Tapi kami sudah sampaikan sebanyak-banyaknya dua kali dari jumlah lembar saham yang ada. Bisa juga tidak dua kali atau satu kali dan seterusnya. Kita masih menunggu untuk ini," ucapnya.
Dana rights issue yang ditargetkan mencapai Rp 1,8 triliun tersebut sebagiannya akan dialokasikan untuk memenuhi kekurangan setoran di tiga proyek yang diberikan PMN, yaitu proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, dan SPAM Karian-Serpong. Pasalnya, alokasi dana PMN di tiga proyek tersebut hanya mencapai 72%. "Jadi ada angka yang kita ambil dari rights issue," ujar Entus.
Di samping untuk menutupi kekurangan pendanaan di tiga proyek strategis nasional (PSN) tersebut, sebanyak Rp 495 miliar dana hasil rights issue juga akan dipakai untuk pembangunan tahap kedua fasilitas pengelolaan limbah terpadu di Medan.
Kemudian sebesar Rp 662 miliar untuk penyertaan modal di Jalan Tol JORR Elevated ruas Cikunir-Ulujami, dan sebesar Rp 177 miliar untuk preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Sumatra Selatan.
Adapun terkait PMN Adhi Karya 2022, Entus menyampaikan bahwa hingga saat ini prosesnya sudah mendapat persetujuan dan masuk dalam UU APBN. "Kemudian kita sedang memproses untuk penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) dan saat ini sudah pada tahap persetujuan dari tim privatisasi dan proses drafting untuk Rencana Biaya Pelaksanaan (RBP)," imbuhnya.
Untuk nilai PMN yang Adhi terima pada tahun ini total sebesar Rp 1,9 triliun dimana pemerintah memegang porsi saham sebesar 51% dan publik sebesar 49%.
"PMN Rp 1,9 triliun akan kita gunakan untuk penyertaan modal di Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo sebesar Rp 1,4 triliun. Kemudian untuk Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sebesar Rp 390 miliar dan SPAM Karian sebesar Rp 185 miliar. Sehingga total Rp 1,9 triliun," pungkas Entus.
Di samping menyetujui agenda penambahan modal, pada RUPST tersebut perseroan juga menyepakati agenda lain mulai dari laporan keuangan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan serta laporan tugas pengawasan dewan komisaris dan pengesahan laporan tahunan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) tahun buku 2021.
Begitu juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2021. Menyetujui penetapan gajih atau honorarium, fasilitas dan tunjangan lainnya serta tantium bagi anggota direksi dan anggota dewan komisaris.
Agenda selanjutnya yang disetujui dalam RUPST yaitu penunjukan kantor angkutan publik untuk mengaudit laporan keuangan serta laporan program pendanaan usaha mikro dan usaha kecil tahun buku 2022.
Lebih jauh, menyepakati pengukuhan pemberlakuan peraturan BUMN dan laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan Adhi Karya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






