Jumat, 15 Mei 2026

Begini Update Perolehan Kontrak Emiten BUMN Konstruksi pada Kuartal I

Penulis : Muawwan Daelami
10 Apr 2022 | 23:16 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Foto: Perseroan)
Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Emiten BUMN konstruksi, yaitu PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT PP Tbk (PTPP) telah merilis perolehan kontrak baru hingga kuartal I-2022.

Hingga Maret, Adhi Karya membukukan kontrak baru sebesar Rp 3,9 triliun di luar pajak, yang mayoritas berasal dari lini usaha konstruksi dan energi sebesar 85%, lalu 7% dari sektor properti, dan sisanya dari lini usaha lain.

“Jadi, target kontrak baru hingga akhir 2022 sekitar Rp 12-28 triliun,” jelas Direktur Human Capital dan Sistem Adhi Karya Agus Karianto. Sejalan dengan target kontrak tersebut, maka perseroan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 15-20%, yang juga dipicu oleh sejumlah kontrak pada 2021 senilai Rp 9 triliun yang digeser ke 2022.

Dengan demikian, lanjut Agus, tahun ini Adhi diprediksi akan mampu melanjutkan tren kinerja positif. Terlebih, adanya potensi proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang tentu akan meningkatkan ekspektasi perolehan kontrak.

ADVERTISEMENT

Waskita juga mengincar pertumbuhan serupa dengan Adhi. Waskita bakal merealisasikan target kontrak baru pada semester pertama tahun ini, salah satunya dengan membukukan proyek multiyears lima tahunan senilai Rp 25 triliun di Sudan Selatan pada Maret 2022.

Investor Relations Manager Corporate Secretary Waskita Karya Julius Caesar menjelaskan bahwa proyek di Sudan Selatan merupakan proyek oil for infrastructure yang dipayungi kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Sudan Selatan untuk membuat jalan.

Oil untuk kontrak pertama dibukukan akhir Desember 2021 dan kontrak kedua pada Maret 2022. Proyek luar negeri merupakan salah satu fokus kami dalam transformasi bisnis. Jadi, selain menggarap proyek dalam negeri, kami juga membuka peluang di overseas seperti Sudan Selatan, Timur Tengah, dan lain-lain,” kata Julius.

Untuk realisasi kontrak baru Waskita hingga kuartal I-2022, Julius menuturkan bahwa perseroan masih melakukan konsolidasi kinerja operasional Nilai Kontrak Baru (NKB). Yang jelas, hingga Februari 2022, perseroan telah membukukan NKB secara konsolidasian sebesar Rp 746,47 miliar atau meningkat 105,27% dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp 363,65 miliar.

Dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19, menurut Julius, Waskita berhasil mencatatkan kenaikan NKB sebesar 1,22 kali lipat. Perolehan NKB itu bersumber dari proyek pemerintah sebesar 66,84%, anak usaha perseroan sebesar 22,43%, dan proyek swasta sebesar 10,73%.

Emiten BUMN konstruksi yang lain, yakni Wijaya Karya alias Wika juga menargetkan perolehan kontrak baru tumbuh sebesar 40% pada kuartal I-2022 dari kontrak baru yang sudah diraih pada akhir Februari sebesar Rp 6,29 triliun. Artinya, Wika berpeluang membukukan kontrak baru sekitar Rp 8,8 triliun pada kuartal I-2022.

Sekretaris Perusahaan Wika Mahendra Vijaya menuturkan bahwa beberapa proyek yang saat ini dibidik perseroan antara lain jalan tol, bendungan, fasilitas industrial plant, pipanisasi, fasilitas migas, dan beberapa pembangkit listrik.

Menurut Mahendra, kontrak baru yang diraih perseroan sebesar Rp 6,29 triliun pada akhir Februari 2022 mengalami kenaikan sebesar 135,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Raihan kontrak terbesar berturut-turut berdasarkan pemberi pekerjaan hingga Februari adalah BUMN sebesar 32,6%, kemudian sektor swasta sebesar 26,3%, dan pemerintah sebesar 21,3%,” ungkap dia.

Sementara itu, PP berhasil merealisasikan kontrak baru sebesar Rp 3,1 triliun pada kuartal I-2022. Selanjutnya untuk kuartal II-2022, Direktur Utama PP Novel Arsyad mengatakan bahwa perseroan tengah membidik kontrak baru sekitar Rp 10 triliun sampai Rp 12 triliun yang tidak hanya terbatas pada infrastruktur air dan darat, tetapi juga lini usaha EPC dan proyek gedung.

“Jadi, kontrak baru yang kita sasar di kuartal I tahun ini sekitar Rp 3,1 triliun dan kuartal II penambahannya sekitar Rp 10 triliun sampai Rp 12 triliun. Jadi, mungkin sekitar Rp 15 triliun sampai Rp 16 triliun yang sedang berjalan dan diharapkan bisa kami capai,” ucap Novel.

PP juga memastikan bakal berpartisipasi pada proyek IKN Nusantara. Sebagai perusahaan konstruksi yang memiliki kompetensi di bidang infrastruktur, gedung, dan EPC, perseroan berharap dapat mengantongi kontrak besar dari sektor-sektor tersebut. Terlebih, proyek-proyek IKN akan mulai ditenderkan pada tahun ini.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia