Jumat, 15 Mei 2026

Tambah Modal Jadi 2,5 Kali Lipat, MNC Energy (IATA) Gelar Rights Issue dan Private Placement

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Apr 2022 | 10:20 WIB
BAGIKAN
PT MNC Energy Investments Tbk. Foto: Perseroan
PT MNC Energy Investments Tbk. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id – PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak 14.840.555.748 saham seri B dengan nilai nominal Rp 50.

Hal itu disertai dengan penerbitan waran seri I sebanyak-banyaknya sejumlah 2.968.111.149 saham seri B yang diberikan cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham perseroan dan atau pemegang HMETD yang melaksanakan haknya.

Selain itu, perseroan juga berencana menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement 1.141.581.211 saham seri B dengan nilai nominal Rp 50 atau sebanyak-banyaknya 10% dari seluruh saham yang telah disetor penuh dalam perseroan sebanyak 11.415.812.114 saham.

ADVERTISEMENT

Dalam keterbukaan informasi, Direksi MNC Energy menyatakan bahwa penambahan modal dengan HMETD dan PMTHMETD ini bakal dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 18 Mei 2022.

“Rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal dengan HMETD akan dilaksanakan segera setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK. Merujuk pada ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK No. 32 Tahun 2015, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan,” terang Direksi MNC Energy dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (12/4/2022).

Selain itu, seluruh dana yang diperoleh dalam rangka penambahan modal dengan HMETD setelah dikurangi dengan biaya-biaya terkait pelaksanaan penambahan modal dengan HMETD akan digunakan untuk penyelesaian hak tagih PT MNC Investama Tbk (BHIT) terhadap perseroan berdasarkan promissory note yang diterbitkan oleh perseroan dalam rangka pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources. Dan, modal kerja perseroan.

Terkait dengan private placement, manajemen perseroan menyimpulkan bahwa PMTHMETD ini akan memberikan manfaat berupa cadangan peningkatan modal kerja perseroan.

Dijelaskan direksi bahwa MNC Energy belum memiliki keterangan mengenai calon pemodal yang akan melaksanakan PMTHMETD. Seluruh saham baru perseroan akan ditawarkan kepada semua pemegang saham dan masyarakat.

“PMTHMETD akan dilaksanakan dalam jangka waktu dua tahun terhitung sejak tanggal 18 Mei 2022 di mana perseroan menyelenggarakan RUPSLB yang menyetujui PMTHMETD tersebut yaitu sampai dengan 18 Mei 2024,” papar Direksi MNC Energy.

Dana yang diperoleh dari PMTHMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya terkait PMTHMETD, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada cadangan peningkatan modal kerja perseroan. Penggunaan dana dapat berubah dan disesuaikan dengan kebutuhan dana perseroan pada saat pelaksanaan PMTHMETD, dengan cara direksi akan mengusulkan kepada dewan komisaris untuk mendapatkan persetujuan dewan komisaris.

Adapun jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan (sebelum pelaksanaan penambahan modal dengan HMETD, waran seri I, PMTHMETD) adalah sebesar 11.415.812.114 saham. Kemudian, jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah pelaksanaan penambahan modal dengan HMETD meningkat menjadi sebanyak-banyaknya 26.256.367.862 saham dan setelah waran seri I adalah sebanyak-banyaknya 29.224.479.012 saham.

Lalu, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan penambahan modal dengan HMETD, waran seri I, dan PMTHMETD meningkat menjadi sebanyak-banyaknya 30.366.060.223 saham.

Pada keterbukaan informasi diungkapkan, dengan adanya sejumlah saham baru yang diterbitkan dalam rangka penambahan modal HMETD, waran seri I, dan PMTHMETD, bagi pemegang saham perseroan akan mengalami penurunan (dilusi) kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan, yaitu sebanyak-banyaknya 56,52% setelah penambahan modal dengan HMETD, 60,94% setelah waran seri I, dan 62,41% setelah penambahan modal HMETD, waran seri I, dan PMTHMETD.

Dilusi yang terjadi atas PMTHMETD terhadap jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh berdasarkan Akta No. 13/2022, yaitu sebesar 9.09%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia