Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

Waskita Beton (WSBP) Incar Proyek Jalan di Sudan Selatan

Rabu, 13 April 2022 | 08:45 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sedang gencar berburu proyek-proyek infrastruktur di luar negeri. Setelah memperoleh proyek pelabuhan di Myanmar pada 2021, tahun ini WSBP mengincar proyek pengerjaan jalan di Sudan Selatan.

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast, Fandy Dewanto mengatakan, proyek pembangunan jalan di Sudan Selatan merupakan proyek yang dikerjakan bersama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) selaku induk usaha WSBP. 

Advertisement

“Proyek overseas di Sudan Selatan ini diharapkan sudah mulai kami kerjakan pada akhir Juni 2022 atau paling lambat awal Juli 2022. Pengerjaan proyek menunggu uang mukanya cair,” papar Fandy Dewanto dalam kesempatan Buka Puasa Bersama Wartawan di Jakarta, Selasa (12/4/2022)

Selain di Sudan Selatan, tahun ini WSBP juga berharap mendapat proyek infrastruktur di Timor Leste. Sebagaimana proyek overseas lainnya, proyek di Timor Leste ini juga akan kerja bareng dengan WSKT. “Kita ikut proyeknya Waskita Holding, dimana kita mendukung dengan mensuplai kebutuhan precast dan ready mix, bersama Waskita kita juga lagi jajaki beberapa proyek di Timor Leste” imbuh Fandy.

Saat ini proyek-proyek overseas Waskita Holding fokus di Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara. Untuk di Afrika, Waskita mengincar proyek di Sudan Selatan dan beberapa negara lain. Sementara di Asia Tenggara akan fokus di Timor Leste.

“Sedang kami rintis proyek jalan dan bandara di beberapa negara selain tiga negara tadi, dimulai dengan yang kecil-kecil yang penting kita bisa masuk pasarnya dulu,” katanya.

Tahun ini WSBP menargetkan dapat membukan kontrak baru Rp 3,5 triliun, kontribusi proyek Sudan Selatan akan menjadi kontributor besar bagi pencapaian proyek WSBP tahun ini. Proyek lainnya diharapkan dari jalan tol dan proyek dalam negeri lainnya.

Perkembangan Restrukturisasi

Sementara terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Fandy menyampaikan pihaknya optimistis masalah ini dapat diselesaikan dengan baik pada pertengahan Mei 2022.

“Restrukturisasi utang kita dibantu sama PPA (PT Perusahaan Pengelola Asset), kita harap ini akan sukses seperti halnya restrukturisasi PT Barata Indonesia dan PT Doc dan Perkapalan Surabaya,” ujarnya.

Saat ini menurut Fandy pihaknya sedang melakukan verifikasi tagihan dan diharapkan rampung sebelum Idulfitri 2022. “Setelah ada angkanya kita bisa langsung masuk ke proposal restrukturisasi’ ujarnya.

Sebagai catatan, pada 25 Januari 2022 lalu, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan WSBP masuk PKPU sementara. WSBP mendapat banyak gugatan dari para vendor terkait permintaan pelunasan utang. Selanjutnya pada 10 Maret 2022 status PKPU tetap disematkan. Status ini berlaku hingga 24 Mei 2022.

Selama proses PKPU, WSBP ditetapkan standstill by law dalam hal kewajiban kepada kreditur yang berakibat WSBP gagal membayar bunga ke-9 Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap II Tahun 2019 yang jatuh tempo.

Selain itu, PKPU juga berdampak pada penghentian sementara (suspensi) perdagangan obligasi dan saham WSBP terhitung sejak 31 Januari 2022. Termasuk, penurunan peringkat surat utang WSBP menjadi D (default) atau gagal bayar dari sebelumnya BBB-.


 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN