Jumat, 15 Mei 2026

Waskita Beton (WSBP) Incar Proyek Jalan di Sudan Selatan

Penulis : Mashud Toarik
13 Apr 2022 | 08:45 WIB
BAGIKAN
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sedang gencar berburu proyek-proyek infrastruktur di luar negeri. Setelah memperoleh proyek pelabuhan di Myanmar pada 2021, tahun ini WSBP mengincar proyek pengerjaan jalan di Sudan Selatan.

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast, Fandy Dewanto mengatakan, proyek pembangunan jalan di Sudan Selatan merupakan proyek yang dikerjakan bersama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) selaku induk usaha WSBP. 

“Proyek overseas di Sudan Selatan ini diharapkan sudah mulai kami kerjakan pada akhir Juni 2022 atau paling lambat awal Juli 2022. Pengerjaan proyek menunggu uang mukanya cair,” papar Fandy Dewanto dalam kesempatan Buka Puasa Bersama Wartawan di Jakarta, Selasa (12/4/2022)

Selain di Sudan Selatan, tahun ini WSBP juga berharap mendapat proyek infrastruktur di Timor Leste. Sebagaimana proyek overseas lainnya, proyek di Timor Leste ini juga akan kerja bareng dengan WSKT. “Kita ikut proyeknya Waskita Holding, dimana kita mendukung dengan mensuplai kebutuhan precast dan ready mix, bersama Waskita kita juga lagi jajaki beberapa proyek di Timor Leste” imbuh Fandy.

ADVERTISEMENT

Saat ini proyek-proyek overseas Waskita Holding fokus di Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara. Untuk di Afrika, Waskita mengincar proyek di Sudan Selatan dan beberapa negara lain. Sementara di Asia Tenggara akan fokus di Timor Leste.

“Sedang kami rintis proyek jalan dan bandara di beberapa negara selain tiga negara tadi, dimulai dengan yang kecil-kecil yang penting kita bisa masuk pasarnya dulu,” katanya.

Tahun ini WSBP menargetkan dapat membukan kontrak baru Rp 3,5 triliun, kontribusi proyek Sudan Selatan akan menjadi kontributor besar bagi pencapaian proyek WSBP tahun ini. Proyek lainnya diharapkan dari jalan tol dan proyek dalam negeri lainnya.

Perkembangan Restrukturisasi

Sementara terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Fandy menyampaikan pihaknya optimistis masalah ini dapat diselesaikan dengan baik pada pertengahan Mei 2022.

“Restrukturisasi utang kita dibantu sama PPA (PT Perusahaan Pengelola Asset), kita harap ini akan sukses seperti halnya restrukturisasi PT Barata Indonesia dan PT Doc dan Perkapalan Surabaya,” ujarnya.

Saat ini menurut Fandy pihaknya sedang melakukan verifikasi tagihan dan diharapkan rampung sebelum Idulfitri 2022. “Setelah ada angkanya kita bisa langsung masuk ke proposal restrukturisasi’ ujarnya.

Sebagai catatan, pada 25 Januari 2022 lalu, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan WSBP masuk PKPU sementara. WSBP mendapat banyak gugatan dari para vendor terkait permintaan pelunasan utang. Selanjutnya pada 10 Maret 2022 status PKPU tetap disematkan. Status ini berlaku hingga 24 Mei 2022.

Selama proses PKPU, WSBP ditetapkan standstill by law dalam hal kewajiban kepada kreditur yang berakibat WSBP gagal membayar bunga ke-9 Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap II Tahun 2019 yang jatuh tempo.

Selain itu, PKPU juga berdampak pada penghentian sementara (suspensi) perdagangan obligasi dan saham WSBP terhitung sejak 31 Januari 2022. Termasuk, penurunan peringkat surat utang WSBP menjadi D (default) atau gagal bayar dari sebelumnya BBB-.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 55 detik yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia