Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Turun Tipis di Sesi Asia, Pasar Timbang Sinyal Pasokan Beragam

Penulis : Indah Handayani
14 Apr 2022 | 10:27 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak 
Sumber: Antara
ilustrasi minyak Sumber: Antara

SINGAPURA, investor.id - Minyak berjangka turun tipis di perdagangan Asia pada Kamis pagi (14/4/2022). Setelah naik tajam pada paruh pertama minggu ini, karena para pedagang mempertimbangkan peningkatan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak AS terhadap pengetatan pasokan global.

Dikutip dari Antara, Brent berjangka turun 38 sen atau 0,35%, menjadi diperdagangkan di US$ 108,38 per barel, dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 58 sen atau 0,56%, menjadi diperdagangkan di US$ 10,65 per barel pada pukul 00.46 GMT.

Kedua kontrak pada Rabu (13/4/2022) mengabaikan peningkatan besar dalam persediaan minyak mentah AS menjadi mengakhiri sesi perdagangan sekitar 4% lebih tinggi. Lonjakan harga terjadi karena kekhawatiran akan lebih banyak gangguan pada pasokan global terus mengguncang pasar.

ADVERTISEMENT

Badan Energi Internasional pada Rabu (13/4/2022) memperingatkan bahwa mulai Mei dan seterusnya sekitar 3 juta barel per hari minyak Rusia dapat ditutup karena sanksi atau embargo sukarela.

Pada saat yang sama, perusahaan perdagangan global utama juga berencana untuk membatasi pembelian minyak mentah dan bahan bakar dari perusahaan minyak yang dikendalikan negara Rusia mulai Mei, Reuters melaporkan pada Rabu (13/4/2022).

Terlepas dari sinyal bahwa gangguan pasokan global akan berlanjut, stok minyak di AS naik lebih dari 9 juta barel pekan lalu, Badani Informasi Energi AS mengatakan pada Rabu (13/4/2022), sebagian didorong oleh rilis dari cadangan strategis negara itu. Analis dalam jajak pendapat Reuters telah mengantisipasi hanya meningkat 863 ribu barel.

Stok bensin AS turun 3,6 juta barel pekan lalu, jauh di atas level yang diantisipasi, dan persediaan sulingan juga menurun.

"Harga minyak terlihat sangat nyaman di atas level US$ 100 karena permintaan AS dan Tiongkok tampaknya menuju ke arah yang benar," tulis Edward Moya, analis senior OANDA.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 40 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 44 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia