Jumat, 15 Mei 2026

Saham Teknologi Merosot di Wall Street Setelah Rilis Data Inflasi

Penulis : Grace El Dora
12 Mei 2022 | 07:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bursa saham New York. (FOTO: AFP)
Ilustrasi bursa saham New York. (FOTO: AFP)

NEW YORK, investor.id – Saham-saham terkait teknologi merosot di Wall Street, memimpin penurunan pasar pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Pasalnya, saham-saham Amerika Serikat (AS) mengalami putaran kerugian menyusul rilis laporan terbaru yang menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS tetap tinggi.

Indeks Komposit Nasdaq turun 3,2% dan berakhir pada level 11.364,24 di belakang penurunan besar saham Apple, perusahaan induk Facebook Meta, dan nama-nama perusahaan teknologi besar lainnya.

Dow Jones Industrial Average kehilangan 1,0% dan berakhir di level 31.834,11, sedangkan S&P 500 berbasis luas turun 1,7% menjadi 3.935,18.

Sementara saham di bawah tekanan untuk sebagian besar tahun ini, pasar telah melihat ke laporan harga konsumen pagi ini dengan harapan bahwa penurunan inflasi akan menurunkan tekanan pada Federal Reserve (Fed) untuk menaikkan suku bunga.

ADVERTISEMENT

Sementara inflasi tahunan sedikit melambat pada April 2022, kenaikan harga dari bulan ke bulan melebihi ekspektasi. Secara keseluruhan, harga-harga naik 8,3% selama 12 bulan terakhir.

Pasar memandang laporan itu sebagian besar mengecewakan dan menyiapkan panggung untuk pengetatan kebijakan Fed lebih lanjut, kata Art Hogan, ahli strategi di National Securities.

“Pertumbuhan perdagangan membawa kami lebih rendah,” kata Hogan, Kamis (12/5). Ia juga menggambarkan penurunan saham Apple hingga 5,2% menjadi US$ 146,50 per lembar, sebagai akibat dari perintah aksi jual otomatis yang dipicu setelah saham turun di bawah US$ 150.

Nama teknologi lain dengan kerugian besar termasuk Meta yang turun 4,5%, Netflix turun 6,4%, sedangkan Tesla turun 8,3%.

Pengecualian di antara saham perusahaan teknologi adalah Electronic Arts, yang melonjak 8,0% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan. Pemesanan bersih yang lebih tinggi dan pendapatan yang terkait dengan bisnis video game menaikkan laba bersih perusahaan.

Saham Coinbase Global jatuh 26,4% setelah kuartal terakhir platform perdagangan aset kripto (cryptocurrency) itu mengalami penurunan volume perdagangan dan pengguna, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Duke Realty melonjak 7,8% setelah menolak tawaran US$ 24 yang tidak diminta dari Prologis untuk mengakuisisi perusahaan real estat yang berorientasi logistik, menyebut tawaran itu tidak cukup.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia