Kasus Covid Turun Drastis, Siloam (SILO) Optimis Pertumbuhan Kinerja Tetap Terjaga
JAKARTA, investor.id – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) memastikan perseroan akan mencapai finansial dan operasional yang kuat di tahun 2022. Di mana, meski kasus aktif Covid-19 jauh menurun, namun perseroan mengharapkan pendapatan dan laba bersih masih bisa terjaga seperti tahun lalu.
Direktur Keuangan Siloam International Hospitals Daniel Phua mengatakan, angka pasien Covid-19 di tahun 2022 jauh menurun dibandingkan tahun 2021. Untuk itu, meski penanganan Covid-19 di Siloam tidak berkontribusi signifikan ke pendapatan perseroan, namun perseroan harus mengambil strategi untuk menutupi hilangnya celah pendapatan tersebut.
Secara rinci, pada kuartal I-2022, jumlah pasien Covid yang dirawat di rumah sakit cukup rendah pada varian Omicron, (pendapatan dari KMK atau reimbursement pemerintah atas perawatan pasien Covid berkontribusi 2,9% dari total pendapatan pada kuartal I-2022, dibandingkan dengan 18,3% pada kuartal I-2021. Sehingga, pendapatan yang dihasilkan Rp 1,75 triliun dan EBITDA sebesar Rp 409 miliar dengan laba bersih Siloam sebesar Rp 102 miliar.
“Yang pasti angka Covid akan turun jauh, jadi kami harus membawa kembali revenue yang sifatnya non Covid. Target kami bisa kurang lebih maintain untuk revenue-nya. Kalau untuk margin kita ingin sementara lebih konservatif dulu, kemungkinan margin lebih rendah 2%-3% dari tahun kemarin di mana margin untuk Covid memang lebih tinggi. Jadi, tahun ini dengan penurunan revenue Covid, margin juga akan terkena sedikit dan untuk lebih optimalisasi biaya kami optimis bisa maintain performa seperti tahun kemarin,” kata Daniel dalam public expose, Selasa (31/5/2022).
Lebih lanjut, Siloam terus mempersiapkan diri untuk menjadi tujuan destinasi wisata kesehatan (medical tourism) untuk mengakomodasi kebutuhan berobat dari warga negara asing. Siloam, tambah Denny untuk itu akan membangun layanan yang sesuai untuk mengambil porsi tersebut. Apalagi, Siloam BIMC (Bali International Medical Centre) Nusa Dua, Bali dipilih menjadi salah satu rumah sakit yang ditunjuk pemerintah melayani agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 yang akan diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022.
“Kami akan bangun service yang sejenis untuk kebutuhan yang sama. Kita dapat feedback yang positif dari pasien. Medical service di Indonesia tidak kalah dengan Singapura. Kita akan mengubah mindset masyarakat untuk lebih percaya Indonesia,” ungkap Daniel.
Di sisi lain, tim riset RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SILO. Rekomendasi tersebut merefleksikan lonjakan kinerja keuangan tahun 2021 dan potensi pertumbuhan ke depan.
Tahun lalu, Siloam membukukan lonjakan laba bersih sebanyak 459% menjadi Rp 700,18 miliar dibandingkan perolehan tahun 2020 sebanyak Rp 125,25 miliar. Lonjakan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan sebanyak 33% dari Rp 5,75 triliun menjadi Rp 7,63 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




