Jumat, 15 Mei 2026

Kasus Covid Turun Drastis, Siloam (SILO) Optimis Pertumbuhan Kinerja Tetap Terjaga

Penulis : Lona Olavia
31 Mei 2022 | 12:19 WIB
BAGIKAN
MRCCC Siloam Hospitals, Semanggi. Foto: Perseroan
MRCCC Siloam Hospitals, Semanggi. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) memastikan perseroan akan mencapai finansial dan operasional yang kuat di tahun 2022. Di mana, meski kasus aktif Covid-19 jauh menurun, namun perseroan mengharapkan pendapatan dan laba bersih masih bisa terjaga seperti tahun lalu.

Direktur Keuangan Siloam International Hospitals Daniel Phua mengatakan, angka pasien Covid-19 di tahun 2022 jauh menurun dibandingkan tahun 2021. Untuk itu, meski penanganan Covid-19 di Siloam tidak berkontribusi signifikan ke pendapatan perseroan, namun perseroan harus mengambil strategi untuk menutupi hilangnya celah pendapatan tersebut.

Secara rinci, pada kuartal I-2022, jumlah pasien Covid yang dirawat di rumah sakit cukup rendah pada varian Omicron, (pendapatan dari KMK atau reimbursement pemerintah atas perawatan pasien Covid berkontribusi 2,9% dari total pendapatan pada kuartal I-2022, dibandingkan dengan 18,3% pada kuartal I-2021. Sehingga, pendapatan yang dihasilkan Rp 1,75 triliun dan EBITDA sebesar Rp 409 miliar dengan laba bersih Siloam sebesar Rp 102 miliar.

ADVERTISEMENT

“Yang pasti angka Covid akan turun jauh, jadi kami harus membawa kembali revenue yang sifatnya non Covid. Target kami bisa kurang lebih maintain untuk revenue-nya. Kalau untuk margin kita ingin sementara lebih konservatif dulu, kemungkinan margin lebih rendah 2%-3% dari tahun kemarin di mana margin untuk Covid memang lebih tinggi. Jadi, tahun ini dengan penurunan revenue Covid, margin juga akan terkena sedikit dan untuk lebih optimalisasi biaya kami optimis bisa maintain performa seperti tahun kemarin,” kata Daniel dalam public expose, Selasa (31/5/2022).

Lebih lanjut, Siloam terus mempersiapkan diri untuk menjadi tujuan destinasi wisata kesehatan (medical tourism) untuk mengakomodasi kebutuhan berobat dari warga negara asing. Siloam, tambah Denny untuk itu akan membangun layanan yang sesuai untuk mengambil porsi tersebut. Apalagi, Siloam BIMC (Bali International Medical Centre) Nusa Dua, Bali dipilih menjadi salah satu rumah sakit yang ditunjuk pemerintah melayani agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 yang akan diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022.

“Kami akan bangun service yang sejenis untuk kebutuhan yang sama. Kita dapat feedback yang positif dari pasien. Medical service di Indonesia tidak kalah dengan Singapura. Kita akan mengubah mindset masyarakat untuk lebih percaya Indonesia,” ungkap Daniel.

Di sisi lain, tim riset RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SILO. Rekomendasi tersebut merefleksikan lonjakan kinerja keuangan tahun 2021 dan potensi pertumbuhan ke depan.

Tahun lalu, Siloam membukukan lonjakan laba bersih sebanyak 459% menjadi Rp 700,18 miliar dibandingkan perolehan tahun 2020 sebanyak Rp 125,25 miliar. Lonjakan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan sebanyak 33% dari Rp 5,75 triliun menjadi Rp 7,63 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia