Alkindo (ALDO) Kejar Target Pertumbuhan Laba Bersih 40%
JAKARTA, investor.id – PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menargetkan pertumbuhan pendapatan 30% dan laba bersih sebesar 40% pada tahun ini. Target tersebut akan dikejar dengan memanfaatkan peluang bisnis kemasan ramah lingkungan yang makin besar, sehingga diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan bagi perseroan.
Presiden Direktur Alkindo Naratama H Sutanto mengatakan, untuk memanfaatkan peluang bisnis tersebut, perseroan akan terus berinovasi dengan membuat produk-produk ramah lingkungan. Misalnya, pada produk terbaru adalah paper bag sebagai tas belanja dan paper bos yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti wadah makanan, obat-obatan, kosmetik, dan sebagainya.
“Belum lama ini juga kami meluncurkan inovasi produk berkelanjutan hexa wrap yang pertama di Indonesia. Hexa wrap dapat mengurangi sampah plastik dalam industri e-commerce sebagai pengganti gelembung plastik (bubble wrap) yang terbuat dari kertas coklat (recycled paper) berbentuk struktur sarang lebah,” jelas Sutanto dalam paparan publik secara virtual, Kamis (9/6/2022).
Ia menambahkan, ALDO optimis dapat meraih kinerja yang maksimal dengan melihat potensi bisnis pada tahun 2022. Terlebih pada sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), Food and Beverages (F&B), serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seiring dengan berkembangnya e-commerce.
“Melihat prospek bisnis ini diharapkan ALDO dapat memperoleh pertumbuhan kinerja pada tahun 2022. Kami akan terus berinovasi dan melihat peluang yang ada untuk terus mengembangkan bisnis dengan terus memperhatikan aspek berkelanjutan,” ujarnya.
Tahun ini, ALDO menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 302 miliar, yang akan akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur penunjang untuk produk eco paper yang prosesnya sudah dimulai sejak tahun lalu.
“Pada tahun ini proses pembangunan sudah masuk dalam tahap perancangan, fondasi, dan sebagian besar pekerjaan sipil lainnya. Kami harapkan pada akhir November sudah bisa melakukan commissioning,” tutur dia.
Sementara itu, hari ini, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan menyetujui rencana pembagian dividen sebesar Rp 2,08 miliar. Dividen tersebut berasal dari laba bersih 2021 yang sebesar Rp 75,9 miliar. Sisa laba bersih Rp 73,77 miliar akan dibukukan sebagai laba ditahan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler

