Jumat, 15 Mei 2026

Asing Disebut Masuk, Saham Bank Capital (BACA) Dikabarkan Dikerek ke Rp 250

Penulis : Parluhutan Situmorang
22 Jul 2022 | 08:23 WIB
BAGIKAN
PT Bank Capital Indonesia Tbk (Foto: Perseroan)
PT Bank Capital Indonesia Tbk (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id -  Saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) disebut-sebut bakal dikerek ke level Rp 250 dalam waktu dekat, seiring kabar pasar masuknya mitra strategis bank asing melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) akhir bulan ini. Investor strategis tersebut diyakini bisa membawa bank ini lebih besar ke depan.

Perseroan sebelumnya mengumumkan pelaksanaan rights issue dengan menerbitkan 19,96 miliar saham biasa atau setara dengan 73,82%. Nantinya setiap pemegang 50 saham BACA berhak untuk menebus sebanyak 141 saham baru. Aksi korporasi yang bertujuan untuk meningkatkan modal inti ini segera dilaksanakan setelah mendapatkan eprsetujuan pemegang saham. 

Seorang sumber mengungkapkan, rights issue akan menjadi awal bagi pertumbuhan bisnis dan kinerja keuangan perseroan dalam jangka panjang. Dengan masuknya modal baru dari investor tentu kemampuan penyaluran kredit perseroan akan bertumbuh pesat ke depan. Tidak hanya itu, pengembangan bisnis juga akan lebih mudah dilaksanakan, seperti penguatan digital bank dan bekerja sama dengan berbagai pihak.

ADVERTISEMENT

“Aksi korporasi ini akan dimanfaatkan sejumlah fund manager untuk mengoleksi saham BACA dengan target harga Rp 250. Penguatan harga juga sangat diharapkan sebelum rapat umum pemegang saham dan penentuan harga rights issue,” terangnya di Jakarta.

Tidak hanya itu, sumber tersebut mengatakan, valuasi book value saham BACA berada di level Rp 295,44 per saham, sehingga harga saat ini di level Rp 151 sudah sangat murah atau tidak mencerminkan valuasinya. “Asing juga menilai bahwa harga saham BACA saat ini sudah sangat menarik, karena ditransaksikan dengan PBV sekitar 0,51 kali,” terangnya.

Berdasarkan data perseroan, Bank Capital mencetak laba bersih senilai Rp 9,2 miliar dengan kredit melesat menjadi Rp 2,36 triliun hingga Juni 2022. Sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp 17,78 triliun dan total aset setara dengan Rp 20,80 triliun sampai Juni 2022.
 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia