Medco Energi (MEDC) Bakal Tebar Dividen Rp 542,72 M
JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 2022 bakal tebar dividen sebesar US$ 35 juta atau setara Rp 524,72 miliar (Kurs, Rp 14.992) dari laba tahun buku 2021. Pembagian dividen akan dilakukan pada akhir Agustus 2022, di mana sedikit lebih tinggi dari panduan perseroan sebesar Rp 15-20 per lembar saham. Pembagian dividen tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) MEDC.
“Saya senang dengan kinerja operasional dan keuangan kami yang kuat pada tahun 2021 dan prospek yang cerah untuk beberapa tahun ke depan. Hal ini memungkinkan kami untuk membagikan dividen sebagai bentuk apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari para pemegang saham kami,” jelas Direktur Utama Medco Energi Internasional (MEDC) Hilmi Panigoro dalam keterangan resmi, Rabu (27/7/2022).
Hilmi menambahkan, pemegang saham juga menyetujui penunjukkan auditor untuk tahun 2022, laporan tahunan dan laporan keuangan 2021 yang diaudit, serta remunerasi dewan komisaris dan dewan direksi.
Tahun lalu, MEDC berhasil membukukan laba bersih senilai US$ 47 juta, setelah tiga tahun berturut-turut mencatatkan rugi bersih. Sebelumnya, emiten sektor energi ini mencatat rugi bersih masing-masing sebesar US$ 51,3 juta, US$ 27,3 juta, dan US$ 192,83 juta pada 2018, 2019, dan 2020.
Menurut manajemen, laba bersih diperoleh seiring pulihnya tingkat permintaan energi yang sebelumnya rendah akibat Covid-19 pada 2020. Ketiga segmen usaha yakni minyak dan gas, ketenagalistrikan, serta tambang membukukan laba.
Laba bersih juga dipengaruhi oleh dry hole dan penurunan nilai dari Blok Meksiko 10 dan 12 senilai total US$ 28 juta, serta penurunan nilai PT Api Metra Graha (AMG) sebesar US$ 15 juta. Kemudian diimbangi penyesuaian nilai pada Sarulla sebesar US$ 47 juta dan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) sebesar US$ 25 juta.
Sementara itu, pada kuartal I-2022 Medco Energi berhasil membukukan pendapatan US$ 489,32 juta, meningkat 62,05% dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) yang sebesar US$ 301,94 juta. Laporan keuangan perseroan yang berakhir pada 31 Maret 2022 menunjukkan, beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya mencapai US$ 247,34 juta, lebih besar 36% dibandingkan kuartal I-2021 yang sebesar US$ 181,87 juta.
Alhasil, laba kotor perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini adalah US$ 242 juta, melesat 101,6% (yoy) dari US$ 120 juta. Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih MEDC tercatat sebesar US$ 90,03 juta pada kuartal I-2022, meroket 1.661% (yoy) dari US$ 5,11 juta.
Analis Samuel Sekuritas Muhammad Gibran dan Muhammad Farras Farhan memprediksi, pertumbuhan kinerja akan berlanjut sampai akhir tahun, sejalan dengan tingginya harga minyak dunia. Lonjakan kinerja keuangan tersebut selanjutnya menjadi pertimbangan analis untuk merekomendasikan saham MEDC dengan target harga Rp 780.
“Berdasarkan penelitian kami terhadap rata-rata harga jual minyak (ASP) Medco, harga minyak Brent dan ASP MEDC memiliki korelasi positif. Artinya, jika harga minyak Brent naik, ASP MEDC juga akan naik. Dengan kenaikan harga minyak Brent belakangan ini, tentunya akan menjadi katalis positif bagi ASP MEDC,” tulis mereka dalam riset.
Samuel Sekuritas juga memprediksi, MEDC akan memproduksi 160 mboepd minyak dan gas tahun ini, lebih banyak 70% dibandingkan tahun lalu. Dengan volume tersebut, saham MEDC direkomendasi beli dengan target harga yang merefleksikan 2.4x EV/EBITDA FY23F.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






