Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Korsel Perketat Pengawasan Short Selling Saham

Penulis : Grace El Dora
28 Jul 2022 | 13:16 WIB
BAGIKAN
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol berbicara selama upacara Hari Peringatan Korea di pemakaman Nasional Seoul pada 6 Juni 2022 di Seoul, Korea Selatan. (FOTO: Chung Sung-Jun/Pool via REUTERS)
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol berbicara selama upacara Hari Peringatan Korea di pemakaman Nasional Seoul pada 6 Juni 2022 di Seoul, Korea Selatan. (FOTO: Chung Sung-Jun/Pool via REUTERS)

SEOUL, investor.id – Badan pengawasan dan penuntutan keuangan Korea Selatan (Korsel) mengatakan pada Kamis (28/7) bahwa mereka akan memperkuat pemantauan dan hukuman atas short selling saham ilegal, mengikuti perintah presiden negara itu.

Komisi Jasa Keuangan (FSC), Kantor Kejaksaan Agung, Layanan Pengawas Keuangan, dan Bursa Korea mengadakan pertemuan setelah Presiden Yoon Suk-yeol meminta tindakan pada Rabu (27/8), kata lembaga FSC dalam sebuah pernyataan.

“Lembaga-lembaga peserta sepakat pada pertemuan itu untuk memperkuat pemantauan dan hukuman atas praktik-praktik short selling ilegal dan untuk melengkapi peraturan-peraturan tersebut," kata FSC.

ADVERTISEMENT

Secara sederhana, short selling adalah transaksi penjualan saham ketika investor tidak memiliki saham untuk melakukan transaksi tersebut. Dalam prakteknya, investor meminjam saham dari pihak lain (perusahaan sekuritas, misalnya) dan biasanya berharap harga saham itu turun sehingga ia mendapat dari selisih penjualan.

Pada Mei tahun lalu pemerintah Korsel mencabut larangan selama 14 bulan atas short selling saham lokal tetapi mempertahankan sejumlah pembatasan, termasuk larangan short selling dan penjualan saham di luar indeks KOSPI200 dan KOSDAQ150.

Investor ritel mengeluh bahwa praktik tersebut terutama menguntungkan investor institusional dan asing yang besar dan membuat harga saham tetap rendah secara artifisial, menunjuk pada kinerja pasar saham lokal yang relatif buruk dibandingkan pasar utama.

KOSPI bursa utama telah jatuh sekitar 19% sepanjang tahun ini, sementara KOSDAQ pasar junior telah turun 23%. Ini dibandingkan dengan penurunan 9% dalam indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang.

FSC mengatakan, lembaga terkait akan melanjutkan pembicaraan tentang masalah ini.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 48 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia