Jumat, 15 Mei 2026

Dari UMKM ke Go Public, Kebab Baba Rafi (RAFI) Jadi Perusahaan Tercatat ke-800 di BEI

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Aug 2022 | 09:07 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) Eko Pujianto. (IST)
Direktur Utama PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) Eko Pujianto. (IST)

JAKARTA, investor.id – Pemilik waralaba Kebab Baba Rafi, yaitu PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) resmi mencatatkan (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (5/8/2022). RAFI menjadi perusahaan tercatat ke-800 di BEI dan ke-34 di bursa yang sama pada tahun ini.

Perseroan sebelumnya telah menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 948.090.000 saham atau setara dengan 30,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Harga IPO dipatok Rp 136.

Perusahaan menunjuk PT Investindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan KB Valbury Sekuritas sebagai joint lead underwriter.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama RAFI Eko Pujianto menjelaskan bahwa hal ini merupakan salah satu langkah awal yang bagus untuk kebangkitan UMKM di Indonesia.

“Bagi kami ini adalah bentuk kepercayaan dan apresiasi atas perjuangan SKB Food yang bertransformasi dari UMKM dengan gerobak di lantai trotoar menjadi korporasi yang melantai di Bursa Efek Indonesia,” ungkap Eko, Jumat (5/8/2022).

Sepanjang tahun 2021, perseroan mencatatkan kinerja positif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dilihat dari laba bersih yang meningkat sebesar 100%.

“Dengan langkah awal ini, kami berharap dapat menjadi pelopor bangkitnya UMKM di Indonesia,” lanjut Eko Pujianto.

Waralaba makanan dan minuman yang dimiliki dan dikuasai oleh perseroan adalah Kebab Turki Babarafi, Container Kebab by Babarafi, Smokey Kebab, Sueger, Kebab Kitchen, Babarafi Café, Ayam Utuh, Jellyta, Raffi Express, dan Ayam Pul.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia