Jumat, 15 Mei 2026

Kinerja Klinko Karya Imaji (KLIN) Diproyeksi Meningkat Pasca IPO

Penulis : Novy Lumanauw
5 Aug 2022 | 13:12 WIB
BAGIKAN
Klinko Karya Imaji bersiap IPO saham
Klinko Karya Imaji bersiap IPO saham

JAKARTA, investor.id - Perusahaan produsen alat kebersihan ramah lingkungan, PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN), optimistis mencetak kinerja bisnis dan pendapatan yang lebih tinggi pada tahun ini, seiring aksi korporasi perseroan untuk go public dan potensi pasar produk ramah lingkungan yang  menjanjikan.

“Momentum peningkatan kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan akan menjadi penopang kekuatan bisnis perusahaan. Pasca pandemi pun bisnis kami akan tetap tumbuh. Kami berkeyakinan pendapatan kami pada tahun ini bisa mencapai pendapatan usaha yang meningkat tajam,” kata Direktur Keuangan Klinko Karya Imaji (KLIN) Sisse Paloma saat menjadi pembicara pada  diskusi daring Investment Talk ‘KLIN: Pendatang Baru ISSI’,  Kamis sore (4/8/2022).

Peningkatan kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan tersebut tentu menjadi potensi tersendiri bagi KLIN dalam mengembangkan bisnisnya. Kinerja Perseroan pun telah teruji saat pandemi Covid-19 berlangsung, di mana pendapatan usaha mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2020, pendapatan usaha KLIN mencapai Rp2,7 miliar, lalu pada 2021 meningkat menjadi Rp3,9 miliar. Hingga posisi Juni 2022 pendapatan KLIN telah mencapai Rp2,8 miliar, meningkat sebesar 100% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Terkait peluang yang ada, produsen alat-alat kebersihan ini berencana melakukan ekspansi. Untuk menopang ekspansi ini, KLIN mantap melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Perseroan telah mendapatkan persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran perdana umum saham pada 2-5 Agustus 2022 dan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Agustus 2022.

Pada penawaran umum perdana saham, KLIN juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 57.500.000 Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal penjatahan.

Sebagai pendatang baru di pasar modal, saham KLIN memiliki daya tarik tersendiri. Pasalnya, perusahaan yang berdiri pada 2016 ini merupakan satu-satunya produsen alat-alat kebersihan dari daur ulang limbah tekstil. Potensi pasarnya pun sangat bagus, karena merupakan produk esensial. Pasarnya pun tak hanya domestik, namun juga mancanegara, di mana hingga saat ini pasar ekspornya sudah merambah tujuh negara.

“Pasar kami sangat potensial, baik domestik maupun mancanegara. Kedepan, kami akan terus meningkatkannya, termasuk kapasitas produksi, jaringan maupun distribusi. Berbagai jalinan kerja sama dengan pasar retail modern pun tengah digencarkan, salah satunya dengan MR.DIY. Dengan MR.DIY pun rencananya tak hanya di outlet dalam negeri, tapi juga di Malaysia yang notabene jumlah outlet jauh lebih banyak,” papar Direktur Utama Klinko Karya Imaji (KLIN) Anggun Supanji.

Anggun  terus mendorong KLIN untuk meningkatkan skala bisnisnya. “Melalui IPO ini, kami ingin memberikan peluang bagi investor publik untuk memiliki perusahaan ini. Selain nilai ekonomi yang tinggi, juga nilai terhadap lingkungan. Mengolah limbah tekstil menjadi produk yang bernilai tinggi,” terang Anggun.

IPO perusahaan mendapatkan respons positif dari pasar, yang ditandai dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 200% atau 2 kali. Untuk harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp100. Dalam IPO ini, KLIN akan melepas 230 juta lembar saham atau sebesar 17,59% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.  Dari penawaran saham ini, KLIN akan mendapatkan dana sebesar Rp23 miliar.

Dana hasil IPO sebesar 40% akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan kantor pusat, area produksi, dan gudang bahan baku. Sekitar 38,75% akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal, seperti penambahan fasilitas produksi dan mesin. Lalu, sebesar 21,25% akan digunakan untuk keperluan modal kerja, seperti pembelian bahan baku.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia