Lonjakan Keuntungan Bisa Berlanjut, Begini Prospek Saham Indika (INDY)
JAKARTA, Investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) menunjukkan realisasi kinerja keuangan sesuai ekspektasi hingga semester I-2022. Hal ini menjadikan saham INDY layak untuk direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.750.
Perseroan membukukan lompatan laba bersih sebanyak 1.571% dari US$ 12 juta menjadi US$ 200,7 juta hingga semester I-2022. Lonjakan sejalan dengan peningkatan pendapatan dari US$ 1,16 miliar menjadi US$ 1,93 miliar. EBITDA juga melesat dari US$ 317,9 juta menjadi US$ 644,3 juta.
“Realisasi laba bersih Indika sepanjang semester I-2022 sudah sesuai dengan harapan kami. Sedangkan EBITDA telah melampaui perkiraan Mandiri Sekuritas. Kami memperkirakan pertumbuhan volume penjualan batu bara akan menjadi faktor utama penguat kinerja keuangan pada semester II tahun ini sejalan dengan kondisi cuaca yang lebih baik untuk penambangan,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas.
Sepanjang semester II, sebut Mandiri Sekuritas, kondisi cuaca yang lebih baik untuk penambangan batu bara akan menjadi sentimen positif terhadap performa perseroan. Jika kondisi ini terwujud, pertumbuhan volume penjualan berpotensi berlanjut pada paruh kedua tahun ini.
Perseroan mencatatkan volume produksi batu bara mencapai 16,4 juta ton pada semester I-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu 18,2 juta ton. Sebaliknya volume penjualan batu bara perseroan turun 6% dari 18,1 juta ton menjadi 17 juta ton. Meski volume penjualan turun, Indika berhasil mencetak lonjakan pendapatan dan laba bersih setelah rata-rata harga jual batubara perseroan melesat 68% dari US$ 48,6 menjadi US$ 81,5 per ton.
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa dengan peningkatan kontribusi penjualan batu bara terhadap kinerja keuangan perseroan, Indika Energy sudah berada di jalur yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan sampai akhir tahun.
Pergerakan harga saham INDY juga akan didukung arus kas yang kuat untuk mendanai ekspansi bisnis ke segmen non-batu bara. Perseroan sebelumnya telah mendirikan perusahaan dealer penjualan kendaraan listrik roda dua bernama PT Electra Auto Indonesia. INDY juga menargetkan kendaraan listri perdananya aakan diluncurkan di GIIAS tahun ini.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler





