Jumat, 15 Mei 2026

Lonjakan Keuntungan Bisa Berlanjut, Begini Prospek Saham Indika (INDY)

Penulis : Parluhutan Situmorang
9 Aug 2022 | 09:01 WIB
BAGIKAN
Salah satu kegiatan usaha PT Indika Energy Tbk (INDY). (Foto: Perseroan)
Salah satu kegiatan usaha PT Indika Energy Tbk (INDY). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) menunjukkan realisasi kinerja keuangan sesuai ekspektasi hingga semester I-2022. Hal ini menjadikan saham INDY layak untuk direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.750.

Perseroan membukukan lompatan laba bersih sebanyak 1.571% dari US$ 12 juta menjadi US$ 200,7 juta hingga semester I-2022. Lonjakan sejalan dengan peningkatan pendapatan dari US$ 1,16 miliar menjadi US$ 1,93 miliar. EBITDA juga melesat dari US$ 317,9 juta menjadi US$ 644,3 juta.

“Realisasi laba bersih Indika sepanjang semester I-2022 sudah sesuai dengan harapan kami. Sedangkan EBITDA telah melampaui perkiraan Mandiri Sekuritas. Kami memperkirakan pertumbuhan volume penjualan batu bara akan menjadi faktor utama penguat kinerja keuangan pada semester II tahun ini sejalan dengan kondisi cuaca yang lebih baik untuk penambangan,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Sepanjang semester II, sebut Mandiri Sekuritas, kondisi cuaca yang lebih baik untuk penambangan batu bara akan menjadi sentimen positif terhadap performa perseroan. Jika kondisi ini terwujud, pertumbuhan volume penjualan berpotensi berlanjut pada paruh kedua tahun ini.

Perseroan mencatatkan volume produksi batu bara mencapai 16,4 juta ton pada semester I-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu 18,2 juta ton. Sebaliknya volume penjualan batu bara perseroan turun 6% dari 18,1 juta ton menjadi 17 juta ton. Meski volume penjualan turun, Indika berhasil mencetak lonjakan pendapatan dan laba bersih setelah rata-rata harga jual batubara perseroan melesat 68% dari US$ 48,6 menjadi US$ 81,5 per ton.

Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa dengan peningkatan kontribusi penjualan batu bara terhadap kinerja keuangan perseroan, Indika Energy sudah berada di jalur yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan sampai akhir tahun. 

Pergerakan harga saham INDY juga akan didukung arus kas yang kuat untuk mendanai ekspansi bisnis ke segmen non-batu bara. Perseroan sebelumnya telah mendirikan perusahaan dealer penjualan kendaraan listrik roda dua bernama PT Electra Auto Indonesia. INDY juga menargetkan kendaraan listri perdananya aakan diluncurkan di GIIAS tahun ini.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 40 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 44 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia