Tren Kesadaran Lingkungan Dongkrak Prospek Penjualan Kertas Alkindo Naratama (ALDO)
JAKARTA, investor.id - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) emiten yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia yang terintegrasi, melihat bahwa prospek penjualan kertas perseroan semakin membaik, seiring meningkatnya tren kesadaran akan pentingnya lingkungan yang berkelanjutan.
Perseroan memiliki optimisme tersebut, mengingat meningkatnya tren kesadaran akan pentingnya lingkungan yang berkelanjutan tersebut sejalan dengan kebijaksanaan perseroan untuk menggunakan kertas daur ulang untuk memproduksi berbagai macam produk kertas konversi dengan konsep ramah lingkungan.
“Kami melihat kesadaran akan pentingnya lingkungan dan bisnis yang berkelanjutan akan terus semakin berkembang ke seluruh lapisan masyarakat. Dan hal itu, tentu saja akan sangat menguntungkan buat penjualan produk kertas kita yang mengusung konsep ramah lingkungan,” kata Direktur Utama ALDO Sutanto dalam keterangan resmi, Kamis (25/8/2022).
Menurut laporan Nielsen, Sustainable Shoppers: Buy the Change They Wish to See in the World, 81% konsumen menghendaki kontribusi perusahaan untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekitar.
Kesadaran konsumen mengenai tanggung jawab lingkungan ini terutama berkembang di kalangan anak muda, milenial (85%) dan gen Z (80%).
Bahkan, lebih dari 73% konsumen mengatakan siap beralih ke produk-produk yang lebih ramah lingkungan dan 41% menyatakan lebih memilih produk-produk berbahan alami dan organik.
Lebih spesifik, di Indonesia, survei dari KedaiKOPI menunjukkan bahwa 77,4% anak muda di Indonesia tertarik dengan isu lingkungan. Lebih jauh, 81,1% responden memandang perubahan iklim sebagai kondisi darurat yang memerlukan langkah nyata segera.
Adapun, pada semester I-2022, ALDO mencatatkan penjualan bersih Rp 767,22 miliar atau meningkat 14% dari Rp 669,85 miliar pada periode yang sama 2021.
Pada periode Januari-Juni tersebut, ALDO membukukan laba bersih Rp 39,31 miliar pada paruh pertama tahun ini, naik 31% dari Rp 30,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, berkat komitmen yang dimiliki dalam pengembangan green product dan green process dalam bisnisnya ini, perseroan melalui anak usahanya PT Eco Paper Indonesia (ECO) menerima pembiayaan hijau sekitar Rp 472 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada bulan Juni lalu.
Pembiayaan hijau tersebut adalah bentuk dukungan BCA terhadap usaha dan investasi di segmen ekonomi sirkular yang menjadi bisnis inti dari anak perusahan ALDO tersebut, yaitu produksi daur ulang kertas.
Dengan menggunakan kertas daur ulang, perseroan memproduksi berbagai macam produk kertas ramah lingkungan yaitu kertas coklat seperti kraft liner, eco board, dan core board.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

