Jumat, 15 Mei 2026

Pemeringkatan Saham-Saham Terbaik 2022

Penulis : Praska Putrantyo – CEO PT. Edvisor Profina Visindo (EDVISOR.ID)
5 Sep 2022 | 17:10 WIB
BAGIKAN
CEO PT Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo saat menjelaskan kriteria penilaian saham terbaik dalam acara Saham Terbaik 2022 yang diselenggarakan Majalah Investor bekerja sama dengan Edvisor Profina Visiondo.
CEO PT Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo saat menjelaskan kriteria penilaian saham terbaik dalam acara Saham Terbaik 2022 yang diselenggarakan Majalah Investor bekerja sama dengan Edvisor Profina Visiondo.

Investasi saham menjadi salah satu alternatif yang paling diminati, baik oleh investor individu maupun institusi. Potensi keuntungan investasi atas modal (capital gain) serta pendapatan dividen (jika ada) menjadi daya tarik tersendiri bagi investor saham. Tak hanya itu, diversifikasi yang beragam, dari sisi sektor industri, nilai kapitalisasi pasar, hingga kelompok saham dengan kategori-kategori tertentu juga menjadi nilai tambah investasi, terlebih untuk memenuhi kebutuhan para investor saham yang berbeda-beda, baik dari segi toleransi risiko maupun tujuan investasi.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini sudah terdapat 781 saham yang tercatat per 29 Juli 2022 di mana angka tersebut meningkat 46,8% dibandingkan jumlah saham pada 5 (lima) tahun lalu di periode sama yakni sebanyak 532 saham. Artinya, dari segi partisipasi perusahaan (emiten) penerbit saham juga terus bertambah sejalan dengan sosialisasi yang dilakukan oleh BEI terkait investasi saham kepada masyarakat luas di mana berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juni 2022, tercatat bahwa jumlah investor saham saat ini sudah mencapai 4 juta orang atau naik lebih dari 3 (tiga) kali lipat dibandingkan periode akhir tahun 2019 sebanyak 1,1 juta orang.

Pemeringkatan Saham-Saham Terbaik 2022

Dari rekapitulasi kinerja indeks saham yang terdapat di BEI, di antaranya seperti IHSG, LQ45, IDX30, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), dan Kompas 100, terlihat bahwa semua kompak menguat dan berada di zona hijau sepanjang periode Year To Date (kalender) per 29 Juli 2022, di mana masing-masing 5,62%, 5,07%, 4,65%, 8,90%, dan 6,04%. Artinya, mayoritas saham-saham, baik berkapitalisasi besar maupun kecil, sama-sama mengalami penguatan meskipun dengan akselerasi yang berbeda-beda. Dari data transaksi investor asing, terlihat bahwa investor asing secara akumulasi sejak awal tahun 2022 tetap melakukan aksi pembelian bersih (net buy) sebanyak Rp65,80 trilliun.

Pemeringkatan Saham-Saham Terbaik 2022

Sejumlah katalis pendukung, di antaranya seperti optimisme pemulihan ekonomi yang terefleksi pada sejumlah indikator ekonomi makro, seperti tren indeks manufaktur, tren penyaluran kredit perbankan, tren pertumbuhan kinerja emiten per kuartal, hingga kebijakan moneter Bank Sentral yang masih kondusif dan pro pada pemulihan ekonomi domestik. Tak hanya itu, dukungan kenaikan harga komoditas, terutama energi di pasar internasional juga mendongkrak kinerja emiten-emiten saham yang bergerak di sektor komoditas.

ADVERTISEMENT
Pemeringkatan Saham-Saham Terbaik 2022

Sejalan dengan hal tersebut sekaligus mendukung partisipasi investor di saham, PT. Edvisor Profina Visindo (“EDVISOR.ID”), selaku perusahaan riset independen terkait investasi di pasar uang dan pasar modal dalam negeri, melakukan evaluasi terhadap saham-saham terbaik di BEI melalui pemeringkatan dengan kriteria tertentu dan rekam jejak kinerja keuangan yang baik dan unggul selama periode tertentu untuk menghasilkan daftar saham yang potensial menjadi alternatif investasi.

Pemeringkatan Saham-Saham Terbaik 2022

Sejumlah manfaat dari pemeringkatan saham-saham tersebut, yaitu menjadi salah satu referensi bagi investor atas kualitas dari saham-saham pilihan yang dapat menjadi alternatif investasi, mengidentifikasi nilai unggul dari setiap saham berdasarkan parameter-parameter penilaian yang digunakan, menciptakan keranjang investasi dari hasil pemilihan saham-saham terbaik di tiap kategori, dan mendukung riset lebih lanjut atas daftar saham yang menjadi kategori terbaik.

Bentuk klasifikasi dan kriteria dalam pemeringkatan saham-saham terbaik untuk memfokuskan cakupan evaluasi, sebagai berikut:

  1. Klasifikasi Saham, mencakup:

    1. Pengelompokan daftar saham yang akan dievaluasi berdasarkan 11 (sebelas) Kelompok Sektor Industri di Bursa Efek Indonesia (BEI); dan

    2. Pengelompokan daftar saham berdasarkan nilai Kapitalisasi Pasar yang diperoleh berdasarkan titik cut off per 30 Juni 2022, yang terdiri dari:

      1. Kelompok saham Big Cap, yakni saham-saham dengan nilai kapitalisasi besar di atas Rp10 triliun; dan

      2. Kelompok saham Mid Cap, yakni saham-saham dengan nilai kapitalisasi menengah antara Rp500 miliar hingga Rp10 triliun.

  2. Kriteria Seleksi Saham, mencakup:

    1. Saham-saham yang sudah tercatat minimal 3 (tiga) tahun di BEI;

    2. Rata-rata nilai transaksi saham di BEI selama 1 (satu) tahun terakhir minimal sebesar Rp1 miliar; dan

    3. Emiten-emiten saham tidak sedang mengalami masalah legal atau di-suspend transaksinya di BEI.

Pemeringkatan Saham-Saham Terbaik 2022

Dalam melakukan evaluasi berdasarkan kelompok sektor industri, terdapat parameter-parameter yang terfokus pada kualitas aspek fundamental emiten, terutama profitabilitas, selama dan/atau pada periode tertentu berdasarkan cut off per Desember (kuartal IV) tahun 2021 dengan rincian sebagai berikut:

  1. Aspek Fundamental Keuangan beserta bobot penilaian, mencakup parameter berikut:

    1. Operating Income Growth (20%), yakni mengukur pertumbuhan atas Laba Operasional emiten yang dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Semakin tinggi nilainya, maka semakin baik. Dan sebaliknya;

    2. Net Income Growth (15%), yakni mengukur pertumbuhan atas Laba Bersih emiten yang dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Semakin tinggi nilainya, maka semakin baik. Dan sebaliknya;;

    3. Operating Margin (15%) dan Tren Operating Margin (5%), yakni mengukur margin Laba Operasional yang diperoleh antara hasil bagi Laba Operasional terhadap Pendapatan emiten. Semakin tinggi nilainya, maka semakin baik. Sementara tren Operating Margin diperoleh dengan menghitung selisih nilai Operating Margin saat ini terhadap nilai periode sama tahun lalu. Jika selisih nilai positif, berarti terdapat peningkatan margin laba operasional, dan sebaliknya;

    4. Return On Equity atau ROE (15%) dan Tren ROE (5%), yakni mengukur tingkat keuntungan emiten terhadap modal yang diperoleh dari rasio antara Laba Bersih terhadap Total Ekuitas di periode laporan keuangan terakhir. Semakin tinggi nilainya, maka semakin baik. Sementara tren ROE diperoleh dengan menghitung selisih nilai ROE saat ini terhadap nilai periode sama tahun lalu. Jika selisih nilai positif, berarti terdapat peningkatan nilai ROE, dan sebaliknya;

    5. Equity Growth (10%), yakni mengukur rata-rata pertumbuhan Total Ekuitas emiten selama 3 (tiga) tahun terakhir dengan salah satu tujuan untuk mengevaluasi kekuatan solvabilitas emiten sekaligus komitmen perusahaan untuk terus mendukung ekspansi bisnis dengan melakukan reinvestasi atas nilai Laba Bersih yang diperoleh. Semakin tinggi nilainya, maka semakin baik. Dan sebaliknya;

  2. Aspek Valuasi Pasar besera bobot penilaian, mencakup parameter berikut:

    1. Price to Earnings Ratio atau PER (10%), yakni mengukur rasio antara harga penutupan saham dengan laba bersih per saham (Earnings per Share/EPS) di mana EPS diperoleh dari hasil bagi antara nilai Laba Bersih dengan jumlah saham beredarnya (outstanding shares). Semakin rendah nilainya dan positif, maka semakin baik karena harga saham semakin murah secara fundamental relatif dibandingkan saham-saham lain dalam sektor industri yang sama. Dan sebaliknya;

    2. Price to Book Value atau PBV (5%), yakni mengukur rasio antara harga penutupan saham dengan nilai buku per saham (Book Value per Share/BVPS) di mana BVPS diperoleh dari hasil bagi antara nilai Total Ekuitas dengan jumlah saham beredarnya (outstanding shares). Semakin rendah nilainya dan positif, maka semakin baik karena harga saham semakin murah secara fundamental relatif dibandingkan saham-saham lain dalam sektor industri yang sama. Dan sebaliknya.

Pemeringkatan Saham-Saham Terbaik 2022

Selanjutnya, evaluasi saham dilakukan dengan metode pemberian skor (scoring) pada setiap parameter di tiap pengelompokkan saham (sektor industri dan nilai kapitalisasi) dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Menentukan skor dari setiap parameter dalam pemeringkatan saham berdasarkan ketentuan rentang skor masing-masing di mana definisi skor terdiri dari Unggul (5), Baik (4), Cukup (3), Kurang (2), dan Buruk (1);

  2. Menghitung Total Skor dari setiap saham berdasarkan rata-rata tertimbang skor terhadap bobotnya masing-masing; dan

  3. Mengurutkan Total Skor dari nilai tertinggi ke terendah.

Untuk seleksi saham-saham yang menjadi nominasi sekaligus penentuan daftar saham terbaik, langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

  1. Memilih 50% dari populasi saham di setiap kelompok Sektor Industri yang memenuhi kriteria pemeringkatan saham. Jika jumlah populasi di setiap sektor kurang dari 5 (lima) saham, maka jumlah saham yang diseleksi berdasarkan 50% dari nilai populasi dibulatkan ke atas. Sebaliknya, jika lebih dari 5 (lima), maka jumlah saham dibulatkan ke bawah;

  2. Menghitung nilai rata-rata Dividend Yield selama 3 (tiga) tahun terakhir dari daftar saham yang terpilih berdasarkan langkah nomor 1;

  3. Mengurutkan nilai Dividend Yield dari tertinggi ke terendah di setiap kelompok Sektor Industri dan Kapitalisasi Pasar; dan

  4. Menentukan saham-saham terbaik melalui seleksi nilai rata-rata dividen yield pada daftar saham nominasi dengan kondisi berikut:

    1. Minimal rata-rata sebesar 1%; dan

    2. Jika tidak tersedia, dapat memasukkan saham-saham dengan nilai rata-rata Dividend Yield di bawahnya namun dengan syarat Total Skor minimal 4.

Dengan melewati tahapan klasifikasi dan kriteria scoring di atas, terdapat 73 (tujuh puluh tiga) saham yang potensial menjadi alternatif investasi bagi investor. Dari total tersebut, sebanyak 36 (tiga puluh enam) saham dari kelompok Kapitalisasi Besar dan 37 (tiga puluh tujuh) saham dari kelompok Kapitalisasi Menengah.

Dari kompilasi saham-saham terbaik tersebut, diharapkan investor dapat terbantu dalam seleksi saham-saham yang potensial sekaligus dapat melakukan riset dan/atau kajian lebih lanjut terhadap saham-saham tersebut sebelum mengambil keputusan investasi. Selamat berinvestasi!

Pemeringkatan Saham-Saham Terbaik 2022

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 29 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 33 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia