Akhiri Penurunan 10 Hari, Harga CPO Catat Kenaikan
JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives naik pada perdagangan Jumat (9/9/2022). Mengakhiri penurunan yang terjadi dalam 10 hari perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (9/9/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2022 naik 40 Ringgit Malaysia menjadi 3.549 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 meningkat 53 Ringgit Malaysia menjadi 3.594 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak pengiriman Desember 2022 terkerek 59 Ringgit Malaysia menjadi 3.641 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 terdongkrak 59 Ringgit Malaysia menjadi 3.686 Ringgit Malaysia per ton.
Serta, kontrak pengiriman Februari 2023 naik 58 Ringgit Malaysia menjadi 3.734 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 menguat 53 Ringgit Malaysia menjadi 3.771 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, untuk sentimen yang dipantau adalah rilisnya laporan kinerja industri sawit Malaysia oleh Dewan Minyak Sawit Malaysia, dan data ekspor CPO Malaysia untuk periode awal September.
Baca Juga:
Reformasi Sawit Nasional“Harga bergerak pada level resistance di kisaran harga 4.000 – 4.250 Ringgit Malaysia per ton, dan apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.500 - 3250 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.
Yoga menjelaskan, saat ini harga CPO sudah kembali ke level normal jika dibandingkan dengan periode terkait konflik Ukraina. Karena harganya telah berada di level sebelum terjadinya invasi Rusia ke Ukraina.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






