Pasar Kripto Bervariasi Jelang Rilis Data Inflasi AS
JAKARTA, investor.id – Pergerakan pasar kripto pada Selasa (13/9/2022) pagi secara keseluruhan bervariasi. Dari pantauan CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin masih menikmati reli ke zona hijau, namun Ethereum jatuh cukup dalam.
Trader Tokocrypto Afid Sugiono menuturkan, beberapa nilai aset kripto menguat setelah investor melihat bahwa pasar saham AS sedang tampil cemerlang, meski mengantisipasi jelang perilisan data inflasi AS.
“Saat ini, investor selalu berkaca pada indeks saham AS untuk melihat kondisi selera risiko investor secara umum,” ujarnya dalam keterangannya Selasa (13/9/2022).
Pembacaan data inflasi terbaru akan dilakukan hari Selasa malam nanti dan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan memeriksa data inflasi untuk menentukan apakah akan mempercepat atau memperlambat laju kenaikan suku bunga. Menurut konsensus terakhir, inflasi AS diperkirakan akan mencapai 8,5% secara tahunan di Agustus atau tidak jauh dengan data bulan sebelumnya.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) sedang mempertahankan hubungan terbalik dengan harga BTC. DXY di posisi 108.19 sedang turun 0,14%. Koefisien korelasinya relatif terhadap bitcoin adalah -0,9.
Sementara itu khusus Bitcoin, kenaikan harga dipicu juga oleh investor yang tampaknya masih merasakan euforia kabar mengenai Microstrategy yang berniat menjual saham sebesar US$500 juta dan akan menggunakannya untuk menambah kelolaan BTC-nya.
Pergerakan harga Bitcoin perlahan naik mendekati day-20 exponential moving average (EMA) dan resistance pada level US$ 24.817 menjadi target naik terdekat pada fase pullback Bitcoin.
“Sementara, nilai Ethereum yang sedang koreksi disebabkan oleh antisipasi investor terhadap The Merge yang semakin mendekat,” kata Afid.
Baca Juga:
Rencana GOTO di KriptoDari analisis teknikalnya, pergerakan ETH sudah membentuk overbought, sehingga akan sedikit koreksi sejenak.
Kendati begitu, perhatian investor sejatinya masih bersemangat dengan peristiwa pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge, yang sedianya akan meluncur pada 15 September mendatang. Meski, antisipasi atas peristiwa itu terbilang tinggi, nilai ETH sedang terkoreksi sedikit.
“ETH masih berpotensi untuk kembali rebounce menuju harga US$ 1.766 dan level tertinggi atau resistance berada di US$ 1.790. Level support terkuatnya berada di harga US$ 1.490,” sebutnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






