Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Kripto Bervariasi Jelang Rilis Data Inflasi AS

Penulis : Lona Olavia
13 Sep 2022 | 10:11 WIB
BAGIKAN
Mata uang kripto (cryptocurrency) Ethereum atau Ether. ( Foto: AFP Photo via Gettty Images )
Mata uang kripto (cryptocurrency) Ethereum atau Ether. ( Foto: AFP Photo via Gettty Images )

JAKARTA, investor.id – Pergerakan pasar kripto pada Selasa (13/9/2022) pagi secara keseluruhan bervariasi. Dari pantauan CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin masih menikmati reli ke zona hijau, namun Ethereum jatuh cukup dalam.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono menuturkan, beberapa nilai aset kripto menguat setelah investor melihat bahwa pasar saham AS sedang tampil cemerlang, meski mengantisipasi jelang perilisan data inflasi AS.

“Saat ini, investor selalu berkaca pada indeks saham AS untuk melihat kondisi selera risiko investor secara umum,” ujarnya dalam keterangannya Selasa (13/9/2022).

ADVERTISEMENT

Pembacaan data inflasi terbaru akan dilakukan hari Selasa malam nanti dan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan memeriksa data inflasi untuk menentukan apakah akan mempercepat atau memperlambat laju kenaikan suku bunga. Menurut konsensus terakhir, inflasi AS diperkirakan akan mencapai 8,5% secara tahunan di Agustus atau tidak jauh dengan data bulan sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) sedang mempertahankan hubungan terbalik dengan harga BTC. DXY di posisi 108.19 sedang turun 0,14%. Koefisien korelasinya relatif terhadap bitcoin adalah -0,9.

Sementara itu khusus Bitcoin, kenaikan harga dipicu juga oleh investor yang tampaknya masih merasakan euforia kabar mengenai Microstrategy yang berniat menjual saham sebesar US$500 juta dan akan menggunakannya untuk menambah kelolaan BTC-nya.

Pergerakan harga Bitcoin perlahan naik mendekati day-20 exponential moving average (EMA) dan resistance pada level US$ 24.817 menjadi target naik terdekat pada fase pullback Bitcoin.

“Sementara, nilai Ethereum yang sedang koreksi disebabkan oleh antisipasi investor terhadap The Merge yang semakin mendekat,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, pergerakan ETH sudah membentuk overbought, sehingga akan sedikit koreksi sejenak.

Kendati begitu, perhatian investor sejatinya masih bersemangat dengan peristiwa pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge, yang sedianya akan meluncur pada 15 September mendatang. Meski, antisipasi atas peristiwa itu terbilang tinggi, nilai ETH sedang terkoreksi sedikit.

“ETH masih berpotensi untuk kembali rebounce menuju harga US$ 1.766 dan level tertinggi atau resistance berada di US$ 1.790. Level support terkuatnya berada di harga US$ 1.490,” sebutnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia