Berbagai Sentimen Bayangi Pergerakan Emas
JAKARTA, investor.id - Harga emas bergerak datar di zona US$ 1.675,78 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak datar di bawah pengaruh kehati-hatian pasar jelang pertemuan The Fed dan adanya ketegangan politik US-Tiongkok.
Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan membayangi pergerakan emas mengingat kinerja emas sensitif terhadap tingginya suku bunga acuan. Tingginya suku bunga acuan menciptakan kondisi yang membebani pergerakan emas, seperti menguatnya indeks dolar dan yield obligasi AS sehingga membuat emas kurang menarik di mata investor.
Indeks dolar saat ini masih berada di zona tertingginya di areal 109.30 membuat emas terasa lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya ketika dolar menguat. Tingginya suku bunga acuan membuat investor beralih ke produk keuangan lainnya yang menghasilkan bunga karena menawarkan imbal hasil yang lebih baik.
Imbal hasil obligasi AS saat ini berada di areal 3,48%. Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden menyatakan kesiapan AS membela Taiwan jika terjadi invasi oleh Tiongkok dengan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pernyataan tersebut berpotensi meningkatkan tensi kedua negara tersebut. Hubungan Tiongkok-Taiwan kembali menegang sejak kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada Agustus lalu dan disusul oleh kunjungan Delegasi Kongres AS pada bulan yang sama.
Tiongkok merespon kunjungan tersebut dengan mengadakan latihan militer secara masif di selat Taiwan. Emas sebagai aset lindung nilai semakin diminati ketika terjadi ketegangan geopolitik. Pergerakan harga emas yang cenderung flat dipicu oleh sentimen beragam di tengah terjadinya ketegangan geopolitik dan penantian keputusan kebijakan The Fed.
Baca Juga:
Emas Masih Suram Jelang FOMC MeetingHarga emas datar dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.668,06 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.686,56. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.663,44 hingga ke areal US$ 1.656,50, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.691,57 hingga ke areal US$ 1.696,97.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






