Jumat, 15 Mei 2026

Dinilai Bersahabat, Kepemimpinan Jokowi Diacungi Jempol Bagi Kemajuan Pasar Modal

Penulis : Lona Olavia
19 Okt 2022 | 13:42 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi pada pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022, Jakarta, Kamis (13/10/2022).
Presiden Jokowi pada pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022, Jakarta, Kamis (13/10/2022).

JAKARTA, investor.id - Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengapresiasi masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang telah memasuki usia tiga tahun. Pasalnya, dalam kurun waktu tersebut yang notabene banyak terjadi guncangan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Indonesia menjadi salah satu negara yang tampil “cantik” bagi investor asing.

“Saya mengapresiasi untuk pencapaian ekonomi Indonesia dalam 3 tahun terakhir, hal ini saya dasarkan dari keberhasilan Indonesia untuk bisa keluar dari resesi ekonomi dari dampak pandemi Covid 19 dan stabilitas ekonomi yang masih terlihat di tengah terjadinya krisis perang Rusia-Ukraina, kenaikan suku bunga global dan hyper inflasi,” kata Alfred kepada Investor Daily, Rabu (19/10/2022).

Ukuran keberhasilan tersebut, sambungnya bisa dilihat dari angka makro dalam 3 tahun terakhir. Yaitu, angka inflasi yang rendah (terkendali) dalam 3 tahun terakhir, stabilitas rupiah, surplus neraca dagang, PDB realisasi pertumbuhan ekonomi semester II-2021 sampai saat ini, realisasi Investasi baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA), serta juga belanja infrastruktur.

ADVERTISEMENT

Terkait industri pasar modal, Alfred pun memberi jempol pada kepemimpinan Jokowi. Di mana, kebijakan yang dihasilkan amat baik sehingga bisa menarik minat investor lokal dan juga asing untuk menginvestasikan dananya di pasar modal Tanah Air. Jumlah perusahaan yang masuk ke pasar modal juga makin ramai.

“Bersahabat tentu sangat bersahabat jika melihat peningkatan jumlah investor dan emiten (animo) yang agresif, meningkatnya likuiditas pasar dan rencana pengembangan yang on the track,” ungkap ia.

Apalagi, meningkatnya peran investor domestik di Bursa Efek Indonesia (BEI), tambah Alfred, mampu berkontribusi positif terhadap stabilitas maupun ketahanan pasar saham Tanah Air. Sekaligus berhasil memberikan kepercayaan diri bagi para pelaku ekonomi untuk bisa menjadikan pasar modal Indonesia sebagai akses pendanaan yang kuat.

“Lihat saja keberhasilan IPO emiten besar seperti BUKA (PT Bukalapak.com Tbk), MTEL (PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel), dan GOTO (PT Goto Gojek Tokopedia Tbk). Hal ini menunjukan penyerapan pasar kita yang semakin kuat,” pungkas Alfred.

Lebih lanjut, ia menambahkan, bukan hanya itu, dalam dua tahun terakhir sangat terlihat bagaimana pasar Indonesia mampu menjadi pasar yang menarik bagi investor asing. Hal ini tentu mengindikasikan keyakinan investor asing terhadap pertumbuhan Indonesia kedepan.

Meski demikian, Alfred berharap, kebijakan tersebut ke depannya bisa konsisten terhadap usaha yang sudah dilakukan dalam 3 tahun terakhir. Misalnya konsisten seperti menjaga iklim bisnis dan ekonomi melalui menjaga daya beli masyarakat (inflasi, Bansos, belanja pemerintah, dan lain-lain), efisiensi ekonomi (infrastruktur, peraturan-Omnibus Law, reformasi struktural ekonomi, dan sebagainya).

“Penguatan atau percepatan untuk beberapa program yang sudah dilakukan, namun masih sangat lambat seperti literasi masyarakat dalam 3 tahun ini masih banyak dijumpai permasalahan literasi yang membuat kerugian bagi masyarakat. Percepatan untuk pengembangan pasar, percepatan dalam adaptasi terhadap digitalisasi,” sarannya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 40 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 44 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia