Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Kembali Melambung Pasca Gangguan Pipa Druzhba

Penulis : Indah Handayani
16 Nov 2022 | 11:23 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak mentah
sumber: Antara
ilustrasi minyak mentah sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga minyak pagi ini mendapat dukungan dari beberapa sentimen positif antara lain gangguan pada jalur pipa minyak Druzhba, potensi penurunan produksi minyak Rusia, dan laporan stok minyak AS. Meski demikian, laju kenaikan kasus Covid-19 di Tiongkok membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, pasokan minyak ke Hungaria dan Slovakia melalui jalur pipa Druzhba telah dihentikan sementara waktu, ungkap pernyataan resmi dari operator pipa MOL Hungaria dan Transpetrol Slovakia pada hari Rabu. Pernyataan tersebut menguatkan pengumuman dari Transneft Rusia pada hari Selasa yang mengumumkan penangguhan pasokan minyak ke Hungaria. Meski belum ada konfirmasi secara resmi, namun untuk penangguhan pasokan tersebut diduga akibat serangan roket Rusia pada hari Selasa yang menghantam pembangkit listrik dekat perbatasan Belarus yang menyediakan listrik untuk stasiun pompa.

“Situasi tersebut turut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik Ukraina ke wilayah perbatasan,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (16/11/2022).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, dukungan lain juga datang dari komentar International Energy Agency (IEA) pada hari Selasa yang memperingatkan bahwa produksi minyak Rusia berpotensi turun sebesar 1.4 juta bph pada tahun depan pasca embargo Uni Eropa (UE) atas ekspor minyak mentah Rusia mulai berlaku. IEA juga menambahkan bahwa UE perlu mencari pasokan pengganti atas kehilangan 1 juta bph minyak mentah dan 1.1 juta bph produk turunan minyak tersebut.

Selain itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, IEA juga memproyeksikan ekonomi dunia yang suram akan menempatkan penggunaan minyak global pada jalurnya untuk berkontraksi hampir seperempat juta bph pada kuartal IV 2022 tahun ke tahun, dengan pertumbuhan permintaan melambat menjadi 1.6 juta bph pada tahun 2023 dari 2.1 juta bph tahun ini.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan merosot sebesar 5.84 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 11 November. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang kuat di pasar energi AS. “Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA),” papar Tim Research and Development ICDX.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX  mengatakan, angka infeksi baru Covid-19 di Tiongkok terus menunjukkan peningkatan yang sekaligus memicu kekhawatiran akan berdampak pada penurunan permintaan bahan bakar akibat pemberlakuan pembatasan serta penguncian yang lebih ketat di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Komisi Kesehatan Nasional melaporkan kasus infeksi baru harian telah mencapai 20.199 kasus pada 15 November, dibanding 17.909 kasus sehari sebelumnya.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 83 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 14 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 56 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 60 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia