Harga Minyak Naik 1%
NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik sekitar 1% pada Selasa (22/11/2022). Setelah eksportir utama Arab Saudi mengatakan OPEC+ bertahan dengan pengurangan produksi dan dapat mengambil langkah lebih lanjut untuk menyeimbangkan pasar.
Namun, harga memangkas kenaikan di akhir sesi setelah Bloomberg melaporkan bahwa Uni Eropa memperlunak proposal sanksi terbarunya untuk pembatasan harga ekspor minyak Rusia dengan menunda penerapan penuhnya dan memperlunak ketentuan pengiriman utama.
Blok tersebut mengusulkan penambahan transisi 45 hari untuk pengenalan pembatasan tersebut, menurut Bloomberg.
Pada 5 Desember, larangan Uni Eropa terhadap impor minyak mentah Rusia akan dimulai, seperti rencana G7 yang akan memungkinkan penyedia layanan pengiriman untuk membantu mengekspor minyak Rusia, tetapi hanya dengan harga rendah yang diberlakukan.
"Batas harga berubah menjadi perangkat yang memungkinkan bagi negara-negara barat untuk mempertahankan minyak mentah Rusia di pasar. Inti besar dari pasar ini adalah apakah kita akan kehilangan produk mentah dan olahan dari Rusia dalam jumlah yang berarti atau tidak dan itu masih belum terjadi,” kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York.
Minyak mentah Brent naik 91 sen (1%) menjadi menetap di US$ 88,36. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 91 sen (1,1%) menjadi US$ 80,95.
Mendukung harga sepanjang sesi, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada hari Senin dikutip oleh kantor berita negara SPA menyangkal laporan Wall Street Journal yang membuat harga anjlok lebih dari 5%, mengatakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak sedang mempertimbangkan meningkatkan keluaran
Uni Emirat Arab, produsen besar OPEC lainnya, membantah mengadakan pembicaraan tentang perubahan perjanjian OPEC+ terbaru, sementara Kuwait mengatakan tidak ada pembicaraan seperti itu. Aljazair mengatakan revisi perjanjian OPEC+ yang ‘tidak mungkin’ tidak dibahas.
OPEC, Rusia, dan sekutu lainnya, yang dikenal sebagai OPEC+, bertemu pada 4 Desember mendatang.
Kekhawatiran atas permintaan minyak dalam menghadapi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS dan kebijakan lockdown Covid-19 di Tiongkok yang ketat juga menekan harga.
Beijing menutup taman, pusat perbelanjaan, dan museum pada Selasa (22/11/2022). Serta, lebih banyak kota di Tiongkok melanjutkan pengujian Covid-19 massal. Ibukota Tiongkok pada Senin (21/11/2022) memperingatkan bahwa ia menghadapi tantangan pandemi yang paling parah dan aturan yang diperketat untuk memasuki kota.
Analis sekarang memangkas perkiraan permintaan minyak akhir tahun Tiongkok.
Fokus ke depan adalah data pasokan mingguan terbaru di Amerika Serikat, yang diperkirakan menunjukkan persediaan minyak mentah turun 2,2 juta barel.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler






