Eropa Segera Tetapkan Batas Harga, Minyak Ikut Melaju Positif
JAKARTA, investor.id - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari rilisnya laporan stok minyak AS, isyarat penetapan batas harga minyak Rusia, dan dukungan produsen utama OPEC lainnya untuk tidak menambah produksi. Meski demikian, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Tim Research and Development ICDX mengatakan, Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 4.8 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 18 November. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang kuat di pasar energi AS.
“Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA),” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (23/11/2022).
Baca Juga:
Harga Minyak Naik 1%Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Departemen Keuangan AS pada hari Selasa menyatakan bahwa keputusan mengenai batas harga terhadap minyak Rusia bisa datang segera setelah Rabu atau Kamis pasca pertemuan duta besar Uni Eropa (UE) yang dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu.
“Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan dikeluarkannya pedoman lebih lanjut bagi perusahaan dan asuransi pelayaran untuk memahami bagaimana mematuhi batas harga. Selain itu, Departemen Keuangan AS juga berharap untuk penetapan batas harga ini nantinya akan dilakukan secara berkala, seperti per kuartal atau per semester,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, sentimen positif lain datang dari Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Irak, dan Aljazair yang mendukung komentar sebelumnya dari menteri energi Arab Saudi bahwa OPEC dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+, tidak mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi minyak. OPEC+ dijadwalkan akan bertemu selanjutnya untuk meninjau produksi pada 4 Desember.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, penyebaran infeksi Covid-19 di Tiongkok kian mendekati rekor tertinggi hariannya di bulan April, dengan total infeksi harian mencapai 28,127 kasus pada 21 November, dimana kota selatan Guangzhou dan kota barat daya Chongqing menyumbang sekitar setengah dari total kasus di Tiongkok.
Kota pusat keuangan Shanghai pada hari Selasa malam mengumumkan aturan pembatasan baru yang lebih ketat dan akan dijalankan mulai 24 November. Selain itu, kota Chengdu berencana melakukan pengujian Covid secara massal mulai 23 November hingga 27 November. Perkembangan situasi tersebut memperdalam kekhawatiran ekonomi negara importir minyak terbesar pertama dunia itu dan meredupkan harapan untuk pembukaan kembali dengan cepat.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 77 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






