Harga Minyak Flat
HOUSTON, investor.id – Harga minyak cenderung flat pada perdagangan Kamis (24/11/2022). Setelah tolok ukur harga minyak, Brent turun tipis, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan stabil dan menyentuh posisi terendah dua bulan. Karena tingkat batas G7 yang diusulkan pada harga minyak Rusia menimbulkan keraguan hal itu akan membatasi pasokan.
Tidak hanya itu, peningkatan persediaan bensin Amerika Serikat (AS) yang lebih besar dari perkiraan dan pelebaran kontrol Covid-19 di Tiongkok juga menambah tekanan pada harga minyak mentah.
Minyak mentah Brent berjangka turun 29 sen (0,3%) menjadi US$ 85,12 per barel. Sementara minyak mentah berjangka WTI AS naik 2 sen menjadi US$ 77,96. Volume perdagangan tipis karena liburan Thanksgiving di AS.
Kedua tolok ukur anjlok lebih dari 3% pada Rabu (23/11/2022) di tengah berita rencana pembatasan harga minyak Rusia bisa di atas level pasar saat ini.
Pemerintah Uni Eropa tetap terpecah mengenai tingkat batas harga minyak Rusia untuk mengekang kemampuan Moskow membayar perangnya di Ukraina tanpa menyebabkan kejutan pasokan minyak global. Dengan kemungkinan pembicaraan lebih lanjut pada Jumat (25/11/2022).
Kelompok negara-negara G7 melihat batas atas minyak lintas laut Rusia pada US$ 65 - 70 per barel, kata seorang pejabat Eropa, meskipun pemerintah Uni Eropa belum menyepakati harga.
Batasan harga yang lebih tinggi dapat membuatnya menarik bagi Rusia untuk terus menjual minyaknya, mengurangi risiko kekurangan pasokan di pasar minyak global.
Beberapa penyulingan India membayar setara dengan diskon sekitar US$ 25 - 35 per barel untuk patokan internasional minyak mentah Brent untuk minyak mentah Ural Rusia, kata dua sumber. Ural adalah minyak mentah ekspor utama Rusia.
"Pembatasan harga Rusia adalah katalis lain yang berfungsi untuk membuat harga lebih rendah selama beberapa saat terakhir," kata Bart Melek, kepala strategi pasar komoditas global di TD Securities, menambahkan dia cukup bullish pada minyak.
Baca Juga:
Harga Minyak Naik 1%Harga minyak juga berada di bawah tekanan setelah Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan pada Rabu (23/11/2022) bahwa persediaan bensin dan sulingan AS naik secara substansial minggu lalu.
Tetapi persediaan minyak mentah turun 3,7 juta barel menjadi 431,7 juta barel dalam sepekan hingga 18 November. Dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 1,1 juta barel dalam jajak pendapat Reuters terhadap para analis.
Tiongkok pada Rabu (23/11/2022) melaporkan jumlah kasus Covid-19 harian tertinggi sejak dimulainya pandemi hampir tiga tahun lalu. Otoritas lokal memperketat kontrol untuk membasmi wabah, menambah kekhawatiran investor terhadap ekonomi dan permintaan bahan bakar.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






