Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Menguat Dipicu Optimisme Pemulihan Permintaan Tiongkok

Penulis : Indah Handayani
1 Des 2022 | 11:31 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak
sumber: Antara
ilustrasi minyak sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga minyak Kamis pagi (1/12/022) terpantau bergerak menguat didukung oleh optimisme akan pemulihan permintaan di Tiongkok. Selain itu, desakan AS agar UE segera menetapkan batas harga dan laporan EIA turut memberikan dukungan pada harga minyak.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, otoritas kota Guangzhou dan Chongqing pada hari Rabu mengumumkan pelonggaran pembatasan Covid, tepat sehari setelah protes di Guangzhou selatan yang berujung bentrokan dengan pihak kepolisian. Selain pelonggaran pembatasan di dua kota terbesar Tiongkok tersebut, pejabat di Zhengzhou, lokasi pabrik besar Foxconn yang membuat iPhone Apple juga mengumumkan dimulainya kembali bisnis secara ‘tertib’, termasuk supermarket, pusat kebugaran dan restoran.

“Pelonggaran pembatasan menyusul sinyal penurunan kasus Covid dalam 2 hari berturut-turut, turut meningkatkan optimisme pemulihan ekonomi serta permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (1/12/2022).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, AS pada hari Rabu mengomentari kebuntuan yang terjadi dalam pembicaraan pemimpin negara-negara Uni Eropa (UE) terkait batas harga untuk Rusia, dengan menekankan bahwa batas harga yang lebih rendah dari kisaran US$ 65 -70 per barel adalah harga yang belum termasuk transportasi dan biaya lain, sehingga usulan tersebut harus dipikirkan lebih matang.

“Komentar dari AS tersebut berpotensi mendorong UE untuk segera mencapai kesepakatan terkait batas harga untuk minyak Rusia,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, sentimen positif lainnya datang dari laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan stok minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 25 November merosot turun sebesar 12.58 juta barel, jauh melebihi prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 2.76 juta barel. Penurunan tersebut sekaligus menandai penurunan terbesar sejak tahun 2019.

“Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang sedang kuat di pasar energi AS,” jelas Tim Research and Development ICDX.

Sementara itu, pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan untuk merilis tambahan minyak untuk pemanas saat musim dingin semakin dekat dan ketidakpastian atas harga pasar memburuk, menurut empat orang yang mengetahui masalah tersebut. Saat ini, AS memiliki sekitar 1 juta barel minyak pemanas, dan untuk stok minyak pemanas telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, namun masih sekitar 10% di bawah rata-rata lima tahun, ungkap data terbaru dari EIA.

Selain itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, mempertimbangkan potensi lonjakan harga saat berlakunya embargo dan batas harga minyak Rusia, dua pejabat senior administrasi mengatakan opsi tetap terbuka untuk merisilis tambahan minyak dari cadangan pada awal 2023.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 76 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia