Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Kripto Melaju Kencang Didorong Data Inflasi AS Turun

Penulis : Indah Handayani
14 Des 2022 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Kripto. (Pixabay)
Kripto. (Pixabay)

JAKARTA, investor.id - Pergerakan pasar kripto pada tengah pekan ini melaju naik. Harga Bitcoin dan kripto lainnya terdorong lebih tinggi menyusul data inflasi AS yang lebih baik dari perkiraan.

Seperti yang diketahui, Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa (13/12) malam mengumumkan tingkat Consumer Price Index (CPI) atau Indeks Harga Konsumen November turun ke 7,1%. Sebelumnya pada Oktober lalu sebesar 7,7%. Angka inflasi ini juga lebih rendah daripada prediksi pakar yang targetnya 7.3%.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono menjelaskan, laporan positif itu memperkuat persepsi bahwa kenaikan suku bunga The Fed pada rapat FOMC, hari Kamis (15/12) mendatang sesuai denngan proyeksi. Probabilitas The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps meningkat menjadi 82%, dari 73,5% sehari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Di samping itu, lanjut Afid, kabar mantan CEO FTX, Sam Bankman-Fried, yang dilaporkan telah ditahan di Kepualuan Bahama juga sedikit banyak berpengaruh ke pergerakan pasar. “Banyak investor menganggap ini akan menjadi babak penyelesaian kasus yang baru dan bisa memberikan sentimen positif ke pasar,” kata Afid, Rabu (14/12/2022).

Di sisi lain, Afid mengatakan, kabar FUD terhadap Binance mengenai laporan bukti cadangan (Proof of Reserves) Bitcoin yang dimilikinya sempat membuat pasar merah, namun hal tersebut tak berlangsung lama. Kenaikan tipis CPI yang menyelamatkan Bitcoin dan Ethereum sama-sama menikmati keuntungan tipis setelah pengumuman disampaikan.

Afid menambahkan, kapitalisasi pasar kripto terlihat hijau, dengan kenaikan sebesar 2,3%. Fear and greed index kembali naik dari level 27 ke level 30, walaupun masih kategori Fear. “Sentimen pasar kripto terlihat masih terjaga, karena harga Bitcoin berhasil bounce dan ditutup hijau,” tambah Afid.

Dari segi analisis teknikalnya, Afid menilai Bitcoin melonjak 5,28% selama 24 jam terakhir dan sekarang diperdagangkan di atas US$ 17.500. Aksi beli yang tinggi menjadi faktor utama yang berhasil mendorong harga Bitcoin dan Ethereum kembali naik setelah turun dan menyentuh ascending line sebagai titik support.

“Apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout, maka target naik selanjutnya dan menjadi level resistance baru di level US$ 18.510. Volatilitas masih terus positif menunggu keputusan kenaikkan suku bunga The Fed,” tutup Afid.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia