Tahun Depan, Nusa Konstruksi (DGIK) Yakin Pendapatan dan Laba Naik Signifikan
JAKARTA, investor.id - PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) memproyeksikan kinerja tahun depan bertumbuh sekitar 10%-20% dibandingkan realisasi kinerja pada tahun ini. Pertumbuhan itu menyusul perolehan kontrak baru perseroan pada tahun ini yang mencapai Rp 814 miliar.
Direktur DGIK Pratoto Satno R menyampaikan bahwa kinerja perseroan pada tahun depan baik secara pendapatan maupun laba akan naik signifikan. Mengingat, perseroan telah mengantongi kontrak cukup besar pada tahun ini.
Baca Juga:
Ada Info Terkini soal Venteny (VTNY) nihBelum lagi, tahun depan perseroan akan terus memburu kontrak-kontrak baru yang nilainya lebih fantastis daripada nilai kontrak pada tahun ini.
“Jadi, tahun depan pasti secara pendapatan dan laba usahanya naik karena kontrak yang kita dapatkan tahun depan lebih tinggi dari tahun ini, sehingga labanya juga otomatis mengikuti,” ucap Pratoto dalam paparan publik, Senin (19/12/2022).
Pria yang akrab disapa Toto ini menyebut, kinerja perseroan pada tahun depan akan tumbuh di kisaran 10% hingga 20% ditopang oleh perolehan kontrak baru tahun ini sebesar Rp 814 miliar dan perolehan kontrak baru tahun depan.
Bila dirinci, perolehan kontrak baru perseroan pada tahun ini mayoritas berasal dari proyek pemerintah sebesar 77% dan swasta sebesar 28%. Sementara dilihat dari jenis pekerjaanya, sebanyak 62% berupa infrastruktur dan 38% dalam bentuk gedung.
Seiring dengan target pertumbuhan kinerja di area 10%-20% tersebut, maka perseroan berpeluang meraih pendapatan pada tahun depan sebesar Rp 440 miliar jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan perseroan pada tahun 2021 lalu sebesar Rp 366 miliar.
Perseroan mengaku optimistis dapat mengejar pertumbuhan kinerja tersebut meskipun kondisi makro ekonomi secara global pada tahun depan diprediksi dibayangi banyak tantangan.
Keyakinan perseroan itu cukup beralasan, pasalnya selama sembilan bulan tahun ini, DGIK mencatatkan kerugian sebesar Rp 9,65 miliar di tengah pendapatan yang bertumbuh sebesar 15,4% menjadi Rp 275 miliar.
Merespons kerugian tersebut, Toto menuturkan perseroan akan membalikkan rugi itu menjadi laba melalui kontribusi kontrak baru yang sudah diraih.
“Kontrak-kontrak yang kita dapatkan tahun ini akan bisa men-generate pendapatan sampai Desember tahun ini. Proyeksi kita tahun ini tetap mencatatkan laba,” tegas Toto.
Di samping fokus mengejar profitabilitas, Toto juga mengatakan tahun depan perseroan akan terus menggenjot sektor energi melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik tenaga Minihidro (PLTM) Tongar.
Toto menargetkan, PLTM Tongar akan mulai beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) dengan PT PLN (Persero) pada Maret tahun 2023. Demikian pula dengan operasionalisasi dari anak-anak perusahaan yang lain. “Jadi, Tongar mudah-mudahan Maret 2023 sudah bisa kita COD,” tutupnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

