Jumat, 15 Mei 2026

Tahun Depan, Nusa Konstruksi (DGIK) Yakin Pendapatan dan Laba Naik Signifikan

Penulis : Muawwan Daelami
19 Des 2022 | 17:22 WIB
BAGIKAN
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK). (Ilustrasi/Ist)
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) memproyeksikan kinerja tahun depan bertumbuh sekitar 10%-20% dibandingkan realisasi kinerja pada tahun ini. Pertumbuhan itu menyusul perolehan kontrak baru perseroan pada tahun ini yang mencapai Rp 814 miliar. 

Direktur DGIK Pratoto Satno R menyampaikan bahwa kinerja perseroan pada tahun depan baik secara pendapatan maupun laba akan naik signifikan. Mengingat, perseroan telah mengantongi kontrak cukup besar pada tahun ini.

Belum lagi, tahun depan perseroan akan terus memburu kontrak-kontrak baru yang nilainya lebih fantastis daripada nilai kontrak pada tahun ini.

ADVERTISEMENT

“Jadi, tahun depan pasti secara pendapatan dan laba usahanya naik karena kontrak yang kita dapatkan tahun depan lebih tinggi dari tahun ini, sehingga labanya juga otomatis mengikuti,” ucap Pratoto dalam paparan publik, Senin (19/12/2022).

Pria yang akrab disapa Toto ini menyebut, kinerja perseroan pada tahun depan akan tumbuh di kisaran 10% hingga 20% ditopang oleh perolehan kontrak baru tahun ini sebesar Rp 814 miliar dan perolehan kontrak baru tahun depan.

Bila dirinci, perolehan kontrak baru perseroan pada tahun ini mayoritas berasal dari proyek pemerintah sebesar 77% dan swasta sebesar 28%. Sementara dilihat dari jenis pekerjaanya, sebanyak 62% berupa infrastruktur dan 38% dalam bentuk gedung.

Seiring dengan target pertumbuhan kinerja di area 10%-20% tersebut, maka perseroan berpeluang meraih pendapatan pada tahun depan sebesar Rp 440 miliar jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan perseroan pada tahun 2021 lalu sebesar Rp 366 miliar. 

Perseroan mengaku optimistis dapat mengejar pertumbuhan kinerja tersebut meskipun kondisi makro ekonomi secara global pada tahun depan diprediksi dibayangi banyak tantangan.

Keyakinan perseroan itu cukup beralasan, pasalnya selama sembilan bulan tahun ini, DGIK mencatatkan kerugian sebesar Rp 9,65 miliar di tengah pendapatan yang bertumbuh sebesar 15,4% menjadi Rp 275 miliar.

Merespons kerugian tersebut, Toto menuturkan perseroan akan membalikkan rugi itu menjadi laba melalui kontribusi kontrak baru yang sudah diraih.

“Kontrak-kontrak yang kita dapatkan tahun ini akan bisa men-generate pendapatan sampai Desember tahun ini. Proyeksi kita tahun ini tetap mencatatkan laba,” tegas Toto. 

Di samping fokus mengejar profitabilitas, Toto juga mengatakan tahun depan perseroan akan terus menggenjot sektor energi melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik tenaga Minihidro (PLTM) Tongar.

Toto menargetkan, PLTM Tongar akan mulai beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) dengan PT PLN (Persero) pada Maret tahun 2023. Demikian pula dengan operasionalisasi dari anak-anak perusahaan yang lain. “Jadi, Tongar mudah-mudahan Maret 2023 sudah bisa kita COD,” tutupnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia