Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Menguat  

Penulis : Indah Handayani
22 Des 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Sawit pipilan. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Sawit pipilan. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada perdagangan Rabu (21/12/2022). Membalikan kerugian yang terjadi pada Selasa (20/12/2022). 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Rabu (21/12/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari 2023 naik 75 Ringgit Malaysia menjadi 3.914 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Februari 2023 meningkat 89 Ringgit Malaysia menjadi 3.944 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Maret 2023 terkerek 91 Ringgit Malaysia menjadi 3.960 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman April 2023 menguat 94 Ringgit Malaysia menjadi 3.956 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Mei 2023 bertambah 95 Ringgit Malaysia menjadi 3.949 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juni 2023 terdongkrak 100 Ringgit Malaysia menjadi 3.931 Ringgit Malaysia per ton.

Trader minyak sawit David Ng mengatakan para pedagang khawatir situasi banjir di pantai timur Semenanjung Malaysia dapat mempengaruhi produksi dalam beberapa minggu mendatang. Dia juga mencatat bahwa harga minyak kedelai yang lebih kuat akan mendukung harga CPO.

"Harga CPO bergerak pada support di 3.800 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.200 Ringgit Malaysia per ton," katanya. 

Sementara itu, pemilik dan co-founder Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura Sathia Varga mengatakan, harga kontrak berjangka CPO memulihkan semua kerugiannya kemarin, dengan kontrak bulan Maret yang paling aktif. Ditambah lagi, penguatan yang terjadi pada minyak kedelai Chicago Board of Trade (CBOT) dan penguatan harga minyak mentah.

"CBOT kedelai naik didorong oleh ekspektasi badai salju dan kondisi cuaca suhu rendah yang di Amerika Serikat yang kemungkinan besar akan mengganggu pergerakan kedelai untuk ekspor," jelasnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia