Pasar Asia Jatuh Setelah Inflasi Inti Jepang Tertinggi 40 Tahun
TOKYO, investor.id – Saham Asia Pasifik dibuka jatuh, penurunan yang terjadi setelah kerugian di Wall Street, sementara investor juga menantikan beberapa data ekonomi di wilayah Asia Pasifik. Indeks harga konsumen (CPI) inti Jepang sebesar 3,7% pada November secara tahunan, menandai laju tercepat dalam 40 tahun sejak Desember 1981.
Nikkei 225 turun 1% pada jam pertama perdagangannya. Yen Jepang berdiri di 132,38 melawan dolar AS. S&P/ ASX 200 Australia turun 0,84% dan Kospi Korea Selatan juga turun 1,24%.
Singapura dan Malaysia juga akan merilis data inflasi mereka untuk November.
Semalam di Amerika Serikat (AS), saham jatuh karena aksi jual akhir tahun dilanjutkan setelah jeda singkat minggu ini, memupus harapan untuk reli Sinterklas.
Inflasi Inti Jepang Tertinggi dalam Lebih dari 40 Tahun
Indeks harga konsumen (CPI) inti Jepang naik 3,7% pada November secara tahunan, menandai laju tercepat sejak Desember 1981, ketika naik sebesar 4%.
Pembacaan itu sejalan dengan perkiraan dari analis yang disurvei oleh Reuters dan muncul setelah membukukan 3,6% bulan lalu.
Pembacaan tetap di atas target inflasi bank sentral Jepang sebesar 2%. CPI nasional untuk semua item mencapai 3,8%.
Saham AS Turun
Saham ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah mundur dari sesi terendah karena penjualan akhir tahun berlanjut di Wall Street.
Dow Jones Industrial Average turun 348,99 poin, atau 1,05%, setelah jatuh sebanyak 803,05 poin di awal sesi. S&P 500 turun 1,45%, sedangkan Nasdaq Composite turun 2,18%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


