Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Jatuh di Tengah Ketidakpastian Tiongkok

Penulis : Indah Handayani
30 Des 2022 | 07:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak, Sumber: Antara
Ilustrasi harga minyak, Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak jatuh pada perdagangan Kamis (29/12/2022). Ini merupakan penurunan untuk dua hari berturut-turut. Di tengah prospek permintaan yang tidak pasti karena lebih banyak negara mempertimbangkan pembatasan pada pelancong Tiongkok ketika infeksi Covid-19 menyebar di negara pengimpor minyak terbesar itu.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari terpangkas 56 sen (0,7%) menjadi menetap di US$ 78,40 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot US$ 1 (1,2%) menjadi ditutup di US$ 82,26 per barel di London ICE Futures Exchange.

Pemerintah Tiongkok membongkar pembatasan pandemi, namun lonjakan infeksi di sana mendorong aturan perjalanan yang lebih ketat bagi pengunjung Tiongkok di beberapa negara.

ADVERTISEMENT

Inggris sedang meninjau apakah akan memberlakukan pembatasan pada orang yang datang dari Tiongkok. Amerika Serikat, Jepang, India, dan Taiwan telah memberlakukan pengujian pada kedatangan dari negara tersebut.

"Minyak mentah tertatih-tatih menjelang akhir tahun dalam perdagangan yang tipis - tidak terinspirasi oleh pencabutan pembatasan Covid-19 di Tiongkok di tengah meroketnya kasus, dengan sedikit penguatan atau penurunan minyak mentah dalam laporan EIA hari ini," kata Matt Smith, analis minyak utama di Kpler.

Persediaan minyak mentah AS meningkat secara tak terduga minggu lalu karena impor naik dan ekspor turun, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Kamis (29/12/2022).

“Meskipun meningkatnya stok minyak mentah itu mengejutkan, laporan itu menunjukan ‘positif’  dan menunjukkan ‘rebound yang kuat’ dalam permintaan minyak tersirat, mengakibatkan penarikan besar produk olahan,” kata Giovanni Staunovo dari bank Swiss UBS.

Kedua kontrak minyak turun lebih dari 2% di awal sesi, tetapi mengurangi kerugian karena dolar AS tergelincir, dengan investor gelisah tentang kenaikan suku bunga. Dolar yang lebih lemah membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

"Dengan begitu banyak bagian yang bergerak, saya rasa tidak ada yang bisa mengatakan apa pun dengan tingkat keyakinan yang kuat. OPEC+ dapat membuat pengumuman kapan saja dan tiba-tiba semuanya berubah. Belum lagi perang Rusia di Ukraina dan bagaimana perkembangannya,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Rusia menembakkan sejumlah rudal ke Ukraina pada Kamis (29/12/2022) pagi, menargetkan Kyiv dan kota-kota lain dalam salah satu serangan udara terbesar Moskow sejak perang dimulai.

Sementara itu, TC Energy Corp mengatakan pipa Keystone yang mengirimkan minyak 622 ribu barel per hari dari Kanada ke AS, sekarang beroperasi, berminggu-minggu setelah tumpahan minyak besar di pedesaan Kansas.

Penghentian jalur tersebut menekan pasokan di AS dan secara singkat mengangkat harga minyak, meskipun ada sedikit perubahan pada salah satu acuan setelah penyelesaian perdagangan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia