Harga Minyak Bakal Lanjutkan Penguatan
JAKARTA, investor.id – Harga minyak naik lebih dari US$ 1 pada perdagangan Jumat (13/1/2023). Harga minyak bakal lanjutkan penguatan pada perdagangan di Senin (16/1/2023).
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga minyak menetap lebih dari satu dolar per barel lebih tinggi pada hari Jumat, membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober, karena dolar AS turun ke level terendah tujuh bulan dan lebih banyak indikator menunjuk ke arah peningkatan permintaan dari importir minyak utama Tiongkok.
“Dalam penutupan pasar Amerika, harga minyak dunia di level US$ 79,91 per barel. Sedangkan dalam perdagangan di hari Senen harga minyak akan di perdagangkan menguat di rentang US$ 78,90 - 81,90 perbarel,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (16/1/2023).
Analis dan komisaris PT Orbi Trade Berjangka Vandy Cahyadi mengatakan, indeks dolar AS merosot ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan, sehari setelah data menunjukkan inflasi turun pada Desember untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun, memberi harapan Federal Reserve akan memperlambat kenaikan suku bunga.
Greenback yang lebih lemah cenderung meningkatkan permintaan minyak, membuatnya lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
“Pembelian minyak mentah Tiongkok baru-baru ini dan peningkatan lalu lintas jalan di negara itu juga memicu harapan pemulihan permintaan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu setelah pembukaan kembali perbatasannya dan pelonggaran pembatasan Covid-19 setelah protes tahun lalu,” kata Vandy.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, termasuk Rusia, akan bertemu pada bulan Februari untuk menilai kondisi pasar, dan ada beberapa kekhawatiran bahwa kelompok tersebut dapat memangkas produksi minyak lagi untuk mengangkat harga setelah penurunan baru-baru ini.
"Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah jika ini diterjemahkan juga menjadi impor minyak mentah Tiongkok yang lebih tinggi dan jika badan energi (IEA, OPEC) merevisi perkiraan permintaan (kuartal pertama) mereka," jelas Vandy.
OPEC+ telah mengumumkan pengurangan produksi 2 juta barel per hari pada Oktober karena harga minyak global turun di bawah US$ 90 per barel.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






