Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Bergerak Stabil Setelah Kematian Akibat Covid Di Tiongkok Turun Drastis

Penulis : Indah Handayani
26 Jan 2023 | 10:50 WIB
BAGIKAN
Pemandangan udara menunjukkan kapal tunda membantu sebuah kapal tanker minyak mentah untuk berlabuh di terminal minyak lepas Pulau Waidiao, Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada 18 Juli 2022. (FOTO: cnsphoto via REUTERS)
Pemandangan udara menunjukkan kapal tunda membantu sebuah kapal tanker minyak mentah untuk berlabuh di terminal minyak lepas Pulau Waidiao, Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada 18 Juli 2022. (FOTO: cnsphoto via REUTERS)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi pada Kamis pagi (26/1/2023). Dibebani oleh beragam sentimen di pasar. Meredanya gangguan operasi di kilang AS pasca badai Kassandra dan laporan EIA membebani pergerakan harga minyak. Sementara itu, data positif terkait Covid di Tiongkok dan peningkatan tensi di jalur Laut Hitam memberikan dukungan pada harga minyak.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, Kilang Motiva Enterprises di Texas yang merupakan perusahaan kilang terbesar di AS dengan kapasitas produksi sebesar 626 ribu bph, kembali beroperasi secara normal pada hari Rabu, setelah sempat mengalami gangguan pada sehari sebelumnya akibat badai musim dingin Kassandra yang membawa hujan salju besar.

Selain itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, kompleks penyulingan dan petrokimia milik Exxon di Beaumont, Texas, yang berkapasitas 369 ribu bph dan sekaligus merupakan kilang terbesar kedua di AS, juga dilaporkan kembali beroperasi secara normal pada hari Rabu. “Berita tersebut mengindikasikan pasokan di AS akan tetap berjalan stabil dan meredam kekhawatiran akan gangguan pasokan ke ritel pasca badai,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (26/1/2023).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS dalam sepekan naik masing-masing sebesar 533 ribu barel dan 1.76 juta barel. Kenaikan tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok pada hari Rabu melaporkan bahwa kasus sakit kritis yang diakibatkan oleh Covid-19 turun 72% dari puncaknya awal bulan ini. Selain itu, untuk kasus kematian harian akibat Covid-19 juga telah turun 79% dari puncaknya.

“Laporan tersebut meredam kekhawatiran di pasar akan kemungkinan lonjakan kembali kasus infeksi di Tiongkok dalam dua atau tiga bulan ke depan pasca berakhirnya liburan Tahun Baru Imlek,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, sentimen positif lain datang dari berita yang dikutip dari Reuters pada hari Rabu mengenai sebuah kapal kargo umum milik Turki dihantam oleh rudal di pelabuhan kota Kherson, Ukraina selatan. Selain kapal kargo tersebut, sumber pengapalan mengatakan masih ada dua belas kapal Turki lain yang tertahan di pelabuhan Ukraina, termasuk di Kherson, yang tidak tercakup dalam kesepakatan biji-bijian Laut Hitam yang ditengahi PBB. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan keamanan di jalur pelayaran Laut Hitam.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 78 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia